SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – RSUD Labuan dan RSUD Cilograng dinilai memerlukan manajemen secepatnya. Lantaran yang akan dibuka adalah layanan kesehatan, bukan toko buah.
Untuk itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten Fitron Nur Ikhsan menegaskan, manajemen kedua RSUD itu harus beradaptasi terlebih dahulu sebelum beroperasional. “Tidak bisa hari ini dibuka, hari ini terima pasien. Pasti ada ada kegugupan,” tandas Fitron, Minggu 15 Oktober 2023.
Ia mencontohkan, penjaga toko buah saja setelah ditraining pasti masih gugup saat melayani pertama kalinya. Apabila manajemen kedua RSUD itu sudah ada saat ini, maka punya cukup waktu untuk menyusun pedoman, SOP, alur, form, dan kelengkapan penunjang pelayanan terlebih dahulu.
“Manajemen yang ada punya cukup waktu untuk melakukan simulasi alur pelayanan,” tegas Fitron. Misalnya saja cukup waktu untuk mempersiapkan penunjang pelayanan seperti stok obat, oksigen, dan lain sebagainya.
Sementara, untuk rekrutmen bisa dilakukan secara bertahap setelah manajemen ada. Untuk tahap awal, ia mengatakan, Pemprov Banten bisa mengoptimalkan dengan tenaga kesehatan yang tersebar di Pemprov Banten.
Kata dia, operasional RSUD Labuan dan Cilograng juga dapat dilakukan bertahap. Misalnya tahap pertama untuk layanan poli klinik dulu. “Setelah itu layanan IGD. Setelah itu rawat inap,” tutur politikus Partai Golkar ini.
Apabila manajemen kedua RSUD itu sudah ada saat ini, Fitron mengatakan, mereka bisa membantu persiapan anggaran 2024 untuk operasional. “Sebagai contoh RSUD Banten. Manajemennya dilantik awal Oktober 2013. Kemudian mereka beradaptasi dan mempersiapkan diri. Beroperasional di awal tahun 2014,” terangnya.
Reporter : Rostinah
Editor: Abdul Rozak











