SERANG, RADARBANTEN.CO.ID –November nanti, Banten akan mengalami penurunan panen padi. Luas lahan pertanian yang mengalami penurunan pada November 2023 itu mencapai 11 ribu hektare.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, Agus M Tauchid mengatakan, meskipun mengalami penurunan pada bulan depan, tapi angka tanam pada akhir November atau awal Desember 2023 akan kembali normal.
“Inilah titik krusial yang rawan sekali. Bagaimana Pemerintah harus mampu dengan langkah-langkah yang betul, sehingga punya cadangan pangan,” ujar Agus, Senin, 16 Oktober 2023.
Bahkan, lanjutnya, pada Oktober ini Banten akan kembali melakukan panen sekira 20 ribu sampai 30 ribu hektare. Lokasi panen paling tinggi ada di Kabupaten Pandeglang. Ada juga panen di beberapa daerah lainnya.
Kata dia, luas panen 20 ribu sampai 30 ribu hektare ini menjadi peluang rebutan pasar dan masih banyak yang tidak mendapatkan gabah. Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab kenaikan harga beras.
“Ini disebabkan dengan kenaikan harga gabah kering panen atau GKP, sekarang harga GKP di atas Rp 7 ribu. Kalau dikonversi itu harga beras premium di atas Rp 13 ribu per kilogram,” terangnya.
Secara sepihak, ia mengaku, petani diuntungkan karena harga gabah tinggi. Tapi untuk konsumen, harga menjadi tinggi.
“Langkah kita operasi pasar beras SPHP dan kita masih memiliki beras cadangan Pemerintah, kecuali kondisi sudah kembali normal, musim hujan dan penanaman normal. Saya pikir nanti akan kembali ke harga normal,” tutur Agus.
Kenaikan harga beras dikarenakan suplai terbatas dan panen mengalami penurunan, maka semua berebut mencari gabah.
Konsekwensinya, permintaan tinggi. Namun, persediaan berkurang.
“Otomatis harga gabah tinggi,” tandasnya.
Kata dia, Pemerintah berperan untuk mengambil langkah strategis.
Pj Sekda Banten, Virgojanti mengatakan, upaya Pemprov Banten menstabilkan harga dengan operasi pasar. Adanya panen pada Oktober ini juga dapat menjadi kekuatan Banten. Apalagi, cadangan beras Banten belum digunakan semuanya. (*)
Reporter : Rostinah
Editor: Agus Priwandono











