TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tangsel, S. Maringan, membantah keterangan sekretarisnya soal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran di Kota Tangsel.
Informasi PHK besar-besaran di Tangsel disampaikan oleh Sekretaris Disnaker Tangsel, Yahya Sutaemi. Ia mengatakan, pihaknya telah menerima banyak laporan perusahaan telah melakukan PHK para pekerjanya. Katanya, hingga September 2023, sudah 4.500 orang pekerja di-PHK.
“Setiap hari ada terus laporan PHK ke kita, sekarang sudah 4.500, itu sampai September,” ujar Yahya pada Selasa, 10 Oktober 2023, saat mengikuti rapat koordinasi dengan DPRD Tangsel.
Namun, data yang disampaikan Yahya itu dibantah oleh Kepala Disnaker Kota Tangsel, S. Maringan. Ia mengatakan, PHK yang terjadi tahun 2023 ini tidak sebesar PHK pada tahun 2022 lalu.
Kata Maringan, yang terjadi justru angka PHK tahun ini lebih kecil dibanding angka PHK pada tahun lalu.
Maringan mengatakan, Januari hingga September 2023, sudah 48 perusahaan melakukan PHK terhadap 1.251 pekerjanya. Sementara, jumlah perusahaan yang melakukan PHK tahun 2022 lalu sebanyak 27 perusahaan dengan total 1.894 pekerja di PHK sampai bulan Desember.
“Tidak benar informasi ada PHK besar-besaran. Laporan PHK di Tangsel hingga September 2023 sebesar 1.251 orang, dial antaranya warga Tangsel 337 orang atau 27 persen, dan sebagian besar sudah bekerja kembali,” ujar Maringan kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 19 Oktober 2023.
Menurut Maringan, jumlah PHK tahun 2023 lebih kecil dibanding PHK tahun 2022, yakni 1.894 orang.
Kemudian, pada 2022 Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT di Kota Tangsel turun hampir dua persen.
“Dengan demikian tahun ini diharapkan terdapat penurunan TPT seperti tahun lalu,” ujarnya. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agus Priwandono











