“Saya sempat memohon untuk tidak ikut dibakar barang dagangan saya, karena mereka ini ngamuk secara membabi buta, wahana permainan disiram pakai bensin lalu dibakar hingga hangus. Katanya sih, anak yang meninggal dunia itu dari keluarga dewan dan mereka tidak terima atas kejadian tersebut,” ujarnya.
Ia mengaku dari informasi yang didapatnya, anak tersebut tersetrum saat memegang pagar besi salah satu wahana permainan pasar malam. Anak tersebut tiba-tiba kesetrum hingga meninggal dunia usai dilarikan ke rumah sakit.
“Katanya ada salah satu kabel yang mengelupas, dan menempel pada pagar besi yang dipegang korban terlebih dirinya sedang meminum es di plastik gitu, kemungkinan itu penyebabnya,” ucapnya.
Ia mengaku pasca terjadinya keributan dan pembakaran tersebut polisi dan juga tentara datang dan berupaya menenangkan keluarga korban dan juga warga yang mengamuk. Hal tersebut agar aksi yang dilakukan tidak semakin parah hingga menyebabkan korban jiwa.
“Sangat disayangkan, karena pasar malam itu baru berjalan semalam doang rencananya mau sebulan, akibat kejadian ini akhirnya tidak mendapatkan penghasilan. Namanya juga musibah, kita terima saja dan palinganan pindah ke lokasi pasar malam lainnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Ilham salah seorang warga mengatakan peristiwa pembakaran yang dilakukan lantaran pihak keluarga korban yang merasa tidak terima atas kejadian tersebut. Selain itu, tidak ada pertanggung jawaban dari pihak pemilik wahana pasar malam.
“Ya namanya keluarga tidak terima, ditambah dari pihak sininya, pertanggung jawabannya tidak ada,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











