PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID –Sejumlah mahasiswa dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) mengunjungi kebun kopi Lawang Taji Gunung Karang di Kampung Sanim, Kelurahan Juhut, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang.
Kebun kopi yang berlokasi di dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut alias MDPL dikenal sebagai kopi pilihan asli Pandeglang. Kebun ini menghasilkan tiga varietas kopi, yaitu robusta, riberika, dan arabika.
Dalam kunjungannya, mahasiswa dari jurusan Agroekoteknologi Pertanian dan Pangan terlibat dalam observasi tentang budidaya kopi di Gunung Karang tersebut.
Dosen Agroekoteknologi Pertanian dan Teknologi Pangan Untirta, Anas mengatakan, kunjungan ini merupakan bagian tugas mahasiswa untuk memahami proses pertanian kopi dari panen hingga konsumen.
“Kunjungan ini memungkinkan mahasiswa untuk menggabungkan teori dengan pengalaman lapangan, sehingga mereka dapat memahami lebih baik bagaimana kopi ditanam dan diolah,” ungkap Anas kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu 8 November 2023.
Anas menjelaskan, mahasiswa akan menggunakan pengetahuan yang mereka peroleh dari kunjungan ini dalam tugas mereka, yang mencakup merangkum teori dan fakta yang mereka temui di lapangan.
“Makanya kita bawa mengenalkan tanaman kopinya jenis kopinya, maka dari itu mahasiswa bisa lebih ilmu yang didapat secara realitanya, setelah hasil kunjungan ini mahasiswa punya tugas untuk merangkum antara teori dan hasil fakta di lapangan,” katanya.
Hasil kunjungan ini juga akan membantu mahasiswa dalam merancang inovasi dan kreativitas yang mungkin dapat digunakan dalam penelitian skripsi mereka di masa depan.
Maman, seorang petani kopi di Lawang Taji Gunung Karang, mengaku senang berbagi pengetahuan tentang berbagai jenis tanaman kopi dan proses pengolahan biji kopi kepada mahasiswa. “Di kebun kopi Lawang Taji, kami memiliki miniatur proses kopi dari awal hingga akhir. Saya harap tempat ini dapat menjadi sumber pengetahuan bagi siapa pun yang ingin belajar, terutama para mahasiswa akademik yang membawa inovasi,” kata Maman.
Pria yang akrab disapa Kang Maman ini juga memberikan penjelasan tentang beragam jenis kopi lokal di Gunung Karang.
Wahyu, mahasiswa Untirta, menuturkan, Gunung Karang memiliki potensi ekonomi yang tinggi dalam hal budidaya kopi, dan kunjungan mereka memungkinkan mereka untuk berinteraksi langsung dengan para petani kopi dalam memahami proses pengolahan kopi.
“Ini pertama kalinya saya mengunjungi kebun kopi di Gunung Karang, dan saya sangat senang bisa memahami beragam jenis kopi yang ada di sini,” katanya.
Editor : Merwanda











