SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Selama kemarau panjang yang terjadi di Kabupaten Serang, ada 663 hektare lahan pertanian yang mengalami puso atau gagal panen.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang sudah mengajukan benih padi agar petani yang mengalami gagal panen mendapatkan bantuan.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Yuli Saputra mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap jumlah lahan yang mengalami puso di Kabupaten Serang. Didapatkan lahan seluas 663 hektare yang mengalami puso.
Pihaknya pun kemudian berkoordinais dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten agar para petani yang mengalami puso mendapatkan bantuan benih padi.
“Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas PertanianPprovinsi sampai tingkat Kementerian, alhamdulillah dapat bantuan benih dari cadangan benih nasional sebanyak 450 hektare,” katanya saat ditemui, Senin, 27 Desember 2023.
Selain melalui cadangan benih nasional, para petani yang mengalami puso juga akan mendapatkan bantuan benih dari Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
“Petani yang terkena puso digratiskan preminya seluas 500 hektare. Kalau mau tanam di November l, artinya mereka gratis untuk premi AUTP,” terangnya.
Bahkan, lanjut Yuli, pihaknya juga tahun ini mendapatkan bantuan percepatan tanam dari Program Gerakan Nasional (Gernas) seluas kurang lebih 15 hektare yang ditargetkan akan terserap seluruhnya pada Desember tahun ini.
Ia mengaku, untuk program dari cadangan benih nasional sudah disalurkan seluruhnya kepada para petani.
“Yang 450 hektare sudah kita salurkan, yang CBN hanya yang AUTP sampai hari ini baru masuk 350 hektare. Jadi masih ada 150 hektare untuk yang AUTP yang akan diserap pada November dan Desember,” terangnya.
Ia pun mengimbau kepada para petani yang kondisi sawahanya sudah dialiri air untuk segera menggarap lahannya dan melakukan penanaman padi.
Para petani dapat menggunakan bantuan benih yang diberikan pada musim tanam pertama. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramadhani
Editor: Agus Priwandono











