SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Serang telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di PT Indoblock untuk menggali penyebab kebakaran pada Rabu, 17 Janurari 2023.
Plt Kasubid Penanggulangan Kebakaran pada BPBD Kabupaten Serang Surman mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para karyaman, kebakaran akibat ada tiga orang pekerja yang sedang melakukan pengelasan di dalam gudang penyimpanan alumunium pasta.
“Kronologinya, kami menerima laporan sekitar 14.30 WIB telah terjadi kebakaran di PT Indoblock di kawasan industri Pancatama, Cikande. Keterangan dari pihak perusahaan itu humman error karena ada 3 karyawan yang melakukan pengelasan,” katanya, Kamis 17 Januari 2024.
Dari proses pengelasan yang dilakukan itu, muncul percikan-percikan api yang kemudian jatuh ke tumpukan alumunium pasta yang disimpan di dalam gudang tersebut.
“Dari pengelasan itu muncul percikan dan itu mengenai pasta alumunium sehingga timbul api. Api cepat membesar karena yang terbakar itu alumunium pasta, dia cepat nyebar apinya,” tegasnya.
Ia mengatakan, para pekerja sebelumnya sempat untuk melakukan upaya pemadaman sendiri dengan menggunakan pasir dan alat pemadam api ringan (apar). Namun, karena tak kunjung padam, pihak perusahaan akhirnya menghubungi Damkar Kabupaten Serang.
“Mereka sempat melakukan upaya pemadaman dengan menggunakan pasir dan apar, namun api tidak dapat dikendalikan, sehingga pihak manajemen dari PT Indoblock ini melaporkan ke kami bahwa terjadi kebakaran,” jelasnya.
Setelah menerima laporan, Damkar Kabupaten Serang kemudian mengerahkan sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran untuk menjalankan api. Proses pemadaman dan pendinginan kemudian barus selesai pada pukul 21.31 WIB.
“Kami memberangkatkan unit dari Mako Damkar Kabupaten Serang satu unit, Pos Jawilan satu unit, dibantu oleh Indah Kiat, Kawasan Moderen, dan Nikomas. Total ada lima,” tegasnya.
Sementara itu, saat ditanya mengenai kerugian, pihaknya mengaku belum dapat memastikan lantaran belum melakukan berita acara pemeriksaan. Namun gudang tempat penyimpanan alumunium pasta tersebut mengalami rusak berat.
“Kerugian kami belum melakukan penaksiran karena kami harus menghubungi pihak manajemen kami belum membuat BAP. Korban jiwa nihil cuman dampak yang ditimbulkan hanya bangunan saja mengalami rusak berat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor : Aas Arbi











