LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Subki (25), warga Kampung Bojong Girang, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, mengalami gangguan jiwa.
Subki merupakan anak pertama dari lima bersaudara, dari pasangan Yakub (51) dan Subekah (48).
Subki terpaksa dirantai oleh keluarga lantaran sering ngamuk yang membahayakan keluarga dan tetangganya di kampung. Hingga saat ini, Subki sudah tiga tahun terkurung di dalam rumah dengan kaki dirantai.
Subekah, ibu dari Subki mengatakan, alasan kelurga merantai Subki karena kondisi emosi jiwanya yang sudah tidak terkontrol. Sering mengamuk. Bahkan terkadang sering merusak barang yang ada di sekitarnya.
“Jadi kaya suka lari ke mana aja, suka ngancurin barang dan melemparkannya. Jadi takut ya ke tetangga atau siapa,” ungkap Subekah saat berada di rumahnya, Kamis 18 Januari 2024.
Subekah mengaku ternyata dari lima anaknya, ada dua anak yang mengalami gangguan jiwa yakni Subki dan anak keduanya, Adeng. Namun kondisi Adeng tidak separah yang dialami Subki.
Ia merasa aneh dengan kejiwaan Subki. Saat masih sekolah, Subki dikenal anak yang pintar dan mudah bergaul. Bahkan Subki sangat aktif dikelas.
Namun kondisi berbanding terbalik saat duduk di bangku kelas 3 SMK. Pada tahun 2019 lalu Subki seharusnya sudah lulus sekolah. Namun tiba-tiba mendadak depresi dan akhirnya semakin parah hingga saat ini.
“Kalo pas awal sekolah enggak begini. Paling parah memang tiga tahun terakhir ini sampe sekarang,” ucap Subekah.
Ia tidak mengetahui secara pasti apa yang mengakibatkan anak sulungnya tersebut mengalami gangguan jiwa hingga parah saat ini. Keluarga sempat membawa untuk mengobatinya di Jakarta namun terkendala biaya.
“Dulu sempat dibawa cuma terkendala biaya, harus ada uang Rp1 juta, untuk pengobatan Subki,” tuturnya.
Nurhani,, ketua RT di Kampung Bojong Girang, sudah membantu keluarga Subki, bahkan warga sempat iuran pengobatan. Namun karena kondisi dana yang terkumpul tidak memadai, akhirnya Subki tidak berobat jalan.
“Warga iuran, cuma memang karena kondisi sulit, akhirnya Subki tidak bisa berobat jalan. Jadi sampe sekarang kondisinya semakin parah,” ucap Nurhani.
Ia berharap ada bantuan dari pemerintah untuk biaya hidup keluarga Subekah. “Semoga aja, ada perhatian dari pemerintah yang bisa memberikan bantuan, untuk keluarganya,” tandasnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Aas Arbi











