SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten berhasil mencatatkan realisasi investasi yang memuaskan di tahun 2023.
Kepala DPMPTSP Banten Virgojanti mengatakan, realisasi investasi di Banten pada tahun 2023 berhasil menembus angka Rp103,85 triliun. Angka itu melebihi target daerah bahkan nasional sekitar 173 persen. Bahkan, Banten masuk ke dalam 5 daerah realisasi investasi terbesar secara nasional.
Ia mengatakan, untuk mencapai realisasi itu pihaknya melakukan berbagai kiat atau jurus diantaranya dengan mengenjot promosi dan kerjasama meliputi menyampaikan informasi tentang peluang investasi di Banten kepada pelaku usaha/masyarakat luas melalui berbagai media promosi (media cetak, media elektronik, dan media ruang).
“Kita juga melakukan bisnis gathering dengan para pelaku usaha dengan tema yang lebih spesifik, memfasilitasi calon investor asing yang berminat berinvestasi di Provinsi Banten, menyiapkan bahan promosi peluang investasi IPRO, memfasilitasi kerjasama antara usaha besar dengan mikro kecil dan menengah. Dan alhmdulillah berkat itu semua realisasi investasi di Banten bisa sangat memuaskan,” ujar Virgojanti, Rabu 31 Januari 2024.
Selain itu, pihaknya juga terus mengembangkan aspek pelayanan perizinan meliputi menyediakan Standar Operasional Prosedur (SOP) perizinan baik Online Single Submission (OSS) maupun Sistem Informasi Perizinan Terbuka (SIPEKA).
Kemudian memfasilitasi solusi atas kendala permohonan perizinan (Klinik Perizinan), menjaga mutu pelayanan perizinan sesuai ISO-9001 tahun 2015 dan ISO-27001 tahun 2013, memfasilitasi atas adanya pengaduan berkaitan dengan proses perizinan.
“Selanjutnya aspek data dan informasi yang meliputi mengkaji potensi investasi baru di Banten, menyiapkan Rencana Umum Penanaman Modal Daerah (RUPMD), mengolah data perizinan dan realisasi investasi untuk feedback kegiatan promosi, mengembangkan SIPEKA,” tuturnya.
Yang terakhir adalah aspek pengendalian yang meliputi membagi target realisasi investasi Provinsi menjadi per Kabupaten/Kota; melakukan shortlist minimal 200 perusahaan PMDN yang akan dilakukan pembinaan, pemantauan dan pengawasan. Mengusulkan perusahaan PMDN di lingkup Provinsi untuk berkolaborasi dengan UMKM.
Kemudian membuat daftar usulan perusahaan yang akan difasilitasi bila terdapat permasalahan, melakukan pemantauan/sosialisasi kepada pelaku usaha UMKM agar pelaku usaha UMKM dapat menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
“Serta koordinasi intensif dengan DPMPTSP Kabupaten/Kota untuk mendapatkan izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang telah dikeluarkan untuk identifikasi potensi realisasi proyek-proyek properti/real estate,” imbuhnya.
Virgo yang juga menjabat sebagai Pj Sekda Banten ini pun menyebut capaian itu semua berhasil diperoleh tidak terlepas dari dukungan Pj Gubernur Al Muktabar.
Pj Gubernur Banten, menurutnya, terus memberikan arahan berkaitan dengan pelayanan terhadap Investasi melalui instrumen perizinan demikian juga kerjasama yg kompak dengan Tim Rekomtek Provinsi Banten yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait perizinan serta Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten yang secara bersama- sama turut mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif di wilayah Banten.
“Capaian kinerja investasi ini merupakan kinerja kita bersama semoga tetap dapat kita pertahankan dan tingkatkan terus. Hal ini pun mengindikasikan bahwa Provinsi Banten memiliki daya saing yang baik sebagai daerah tujuan investasi baik PMA dan PMDN,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Abdul Rozak











