PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polres Pandeglang sudah menyiapkan personel pengamanan Pemilu tahun 2024. Jumlah personel pengamanan Pemilu 2024 kurang lebih sebanyak 812 personel terdiri jajaran Polsek dan Polres Pandeglang sebanyak 670 personel, satuan Polda Banten PAM TPS sebanyak 143 personel, Dalmas 30, dan dari Brimob 83 personel.
Kapolres Pandeglang AKBP Oki Bagus Setiaji mengatakan, pengamanan Pemilu insyaallah tanggal 14 Februari 2024 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
“Di Pandeglang sendiri kami sudah menyiapkan personel. Baik dari Polres maupun, Polsek dan kita juga mendapatkan BKO dari Polda dan Brimob,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa, 6 Februari 2024.
Personel pengamanan nanti dibagi di enam daerah pemilihan di Kabupaten Pandeglang. Dengan jumlah personel bervariasi.
“Nantinya akan melekat di dapilnya masing-masing. Satu TPS itu ada Kepolisian, ada linmas, KPPS,” katanya.
Ketika ditanya, kapan mulai dilakukan pergeseran personel pengamanan Pemilu, Oki mengungkapkan, pergeseran personel dari informasi diterima bahwa pihaknya akan menerima terlebih dahulu dari BKO (Bawah Kendali Operasi) Polda Banten.
“Informasinya mungkin lebih awal di tanggal 10 Februari. Karena mereka, akan kita arahkan dulu mengenai medan, dan situasi di Pandeglang,” katanya.
Supaya pada saat nanti tanggal 10 Februari, setelah diterima akan diarahkan.
“Satu hari kemudian kami arahkan untuk mempelajari karakteristik kerawanan di dapil mereka masing-masing,” katanya.
Sebelumnya, Kabag Ops Polres Pandeglang Kompol Yogie Roozandi mengatakan jumlah personel dikerahkan untuk pengamanan Pemilu 2024 sebanyak 812 personel.
“Kita melibatkan dari Polsek – Polsek jajaran, dan untuk Polres Pandeglang sendiri sebanyak 670 personel,” katanya.
Kemudian dibantu dari satuan Polda Banten, PAM TPS sebanyak 143 personel. Selanjutnya dari Dalmas 30 personel dan dari Brimob 83 personel untuk melakukan pengamanan di enam dapil.
“Pada setiap dapil itu ada pasukan kontigensi, yaitu satu regu pasukan Brimob, kemudian kita taro di Dapil III, kemudian kita taro di Dapil II, IV,” katanya.
Kemudian dapil I dan II itu dari Samapta. Masing – masing sebanyak 15 personel dilengkapi dengan R2. Selain itu, juga menyiapkan pasukan power on hand (merupakan kekuatan yang bisa digerakkan) Kapolres sebanyak 30 personel.
“Ini antisipasi juga apabila terdampak pada hal menghambat pelaksanaan kegiatan Pemilu. Diantaranya ada unjuk rasa, kemudian ada kunjungan calon presiden ke wilayah kita karena memiliki keahlian ahli Jibom dan anti teror,” katanya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











