SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Stok beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Serang dan di retail modern mulai menipis. Akibatnya, harga beras di Kabupaten Serang berangsur-angsur naik.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang Suharjo mengungkapkan, stok beras di Kabupaten Serang mulai menipis lantaran belum ada petani yang mulai memasuki masa panen.
“Lagi musim tanam ya, nanti pertengahan Maret sampai April baru pada panen. Stok di pasaran secara umum berkurang karena belum panen pada kosong,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis, 15 Februari 2024.
Menurutnya, bila memasuki masa panen, harga beras biasanya akan mulai berangsur normal kembali. Untuk itu, dia berharap hasil panen pada pertengahan Maret sampai April nanti maksimal.
“Potensi panen yang kemarin ditanam pada bulan November, itu ada 16 ribu hektare, di Pamarayan dan Mancak yang Gernas itu. Kalau sudah panen Insyaallah harganya kembali normal,” tegasnya.
Selama menunggu masa panen, lanjut Suharjo, akan ada 853 ton beras dibagikan kepada 85.434 warga Kabupaten Serang yang mendapatkan bantuan dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
“Ini digulirkan sejak 5 Februari kemarin pak. Selama pemilu dihentikan, tapi nanti setelah pemilu dilanjutkan. Itu jatah untuk Januari hingga Juni nanti,” tegasnya.
Dia berharap dengan bantuan dari Pemerintah Pusat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap beras.
“Menjelang puasa belum ada pasokan beras dari petani. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan pangan ini yang untuk masyarakat, minimal bisa mengurangi kebutuhan masyarakat,” terangnya.
Selain itu, pihaknya berencana menggandeng Bulog untuk menggelar program pangan murah yang dikhususkan untuk beras.
“Kita juga akan menggelar program pangan murah, sedang mencari lokasi, kalau beberapa hari ini harga belum turun, kita akan coba gelar pangan murah. Hanya beras, kita intervensi supaya harga bisa turun,” jelasnya.
Dia mengaku Bulog telah menyiapkan puluhan ton beras untuk pelaksanaan gelar pangan murah. “Kalau Bulog menyiapkan puluhan ton, tapi kita coba dulu respons pasar gimana, kita coba dua ton dulu, kita bidik wilayah rawan dengan menggunakan mobil,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











