SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengaku akan tetap menggelar berbagai program kegiatan untuk stabilisasi harga kebutuhan pokok.
Hal ini dilakukan karena biasanya memasuki bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, sejumlah harga kebutuhan pokok akan mengalami kenaikan harga.
Selain mengalami kenaikan harga, permintaan juga akan mengalami peningkatan pada sejumlah komoditas tertentu.
Salah satu program yang dilakukan saat ini yaitu Grebek Pasar Murah. Program tersebut digelar secara besar-besaran di Alun-alun Barat, Kota Serang.
Pj Walikota Serang Yedi Rahmat mengatakan, kegiatan Grebek Pasar Murah Ramadan itu digelar bersama BUMN dan BUMD di Kota Serang, untuk memberikan harga subsidi bagi masyarakat.
“Kegiatan ini terdiri dari sembilan bahan pokok. Selain itu juga ada penukaran gas elpiji tabung 3 kilogram yang berwarna hijau menjadi tabung gas elpiji 5,5 kilogram secara gratis,” ujar Yedi, Jumat 31 Maret 2024.
Yedi menuturkan, gas elpiji 3 kilogram itu disediakan langsung oleh PT Pertamina untuk 50 masyarakat pertama yang bisa menukarkan tabungnya secara gratis.
“Selain itu kami juga dibantu oleh Pertamina untuk menukar gas elpiji secara gratis dari ukuran melon 3 kilogram ke ukuran 5,5 kilogram. Ini bukti nyata peran BUMN dan BUMD untuk masyarakat Kota Serang dan BUMD,” tuturnya.
Yedi mengaku, harga-harga yang dipatok pada program Grebek Pasar Muran Ramadan itu terbilang relatif lebih murah dibandingkan dengan harga yang terdapat di pasaran
Daging kerbau Rp60.000/kg, ayam Rp20.000/kg, beras Sulthan 5 kilogram Rp50.000, minyak Tropical 2 liter Rp16.000, gula 1 kg Rp13.000, dan tepung terigu Rp7.000.
Kemudian, kata Yedi, Pemkot Serang juga telah mendapatkan bantuan kiriman telur ayam sebanyak 4 ton dari Kecamatan Curug.
“Kemudian juga kita kedatangan telur ayam dari Kecamatan Curug sekitar 4 ton yang dijual dengan harga murah sekitar Rp26.000 per kilogram,” ucap Yedi.
Sementara itu, salah satu pembeli di Gerebek Pasar Murah, Neneng mengaku, kegiatan tersebut dinilai dapat membantu masyarakat di tengah harga kebutuhan pokok yang cukup mahal.
“Ini saya mau beli beras lumayan harganya terjangkau murah cuma Rp50 ribu dapat 5 kilogram. Beda jauh sama di pasar bisa kena Rp70 ribu kalau mau beli yang 5 kilogram,” ujar Neneng.
Warga berharap, kegiatan Gerebek Pasar Murah tersebut dapat terus diadakan oleh Pemerintah Daerah, terlebih lagi di tengah bulan Ramadan dan harga kebutuhan pokok cukup mahal.
“Saya berharap kegiatan ini terus ada, apa lagi di bulan puasa harga-harga sembako lagi mahal. Jadi ini cukup membantu masyarakat juga,” katanya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Aas Arbi











