SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Tingginya angka pengangguran di Kota Serang dinilai merupakan masalah yang serius, saat memasuki bonus demografi.
Sebab, tingginya pengangguran dinilai menjadi salah satu pintu masalah lain, seperti kemiskinan yang akan bertambah ke depannya.
Pengamat politik di Banten Usep Saepul Ahyar mengatakan, berdasarkan data BPS, Kota Serang pada tahun 2023 memiliki tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 7,49 persen atau sekitar 50 ribu jika dalam angka.
“Saya kira memang pengangguran ini menjadi problem karena pertumbuhan penduduk atau tenaga kerja itu tidak sebanding dengan lapangan kerja. Kalau presentase TPT 2023 itu capai 7,49 persen sangat tinggi sekitar 50 ribu,” ujar Usep.
Terlebih, kata Usep, Indonesia sudah memasuki bonus demografi. Maka dari itu, pemerintah daerah harus lebih cerdas dalam mengatasi pengangguran dan menciptakan lapangan pekerjaan.
“Bonus demografi puncaknya di tahun 2030-an. Ini bukan orang mendapatkan bonus tiba-tiba, apabila tidak diupayakan. Kalau tidak dicarikan pekerjaannya, ini akan jadi parade pengangguran juga,” tuturnya.
Menurutnya, pemerintah daerah di Kota Serang kurang tanggap dalam mengentaskan pengangguran.
“Di Kota Serang itu pejabat-pejabatnya dalam hal mengentaskan pengangguran banyak alasan, seperti masalah anggaran, karena itu berhubungan dengan skil, penciptaan lapangan kerja dan sebagainya. Sebenarnya itu alasan-alasan saja,” katanya.
Padahal menurutnya, pemerintah daerah bisa bekerja sama dengan sejumlah industri yang ada di Banten, khususnya untuk meningkatkan skill masyarakat.
“Seharusnya problem itu dipikirkan bagaimana caranya untuk mendapatkan pendanaan dalam mengentaskan pengangguran. Bekerja sama dengan kalangan industri yang ada di Banten, meningkatkan skil dan lain-lain,” ujarnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Aditya











