SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten menerima penukaran uang rusak pada triwulan I tahun 2024 mencapai Rp11,33 miliar. Uang rusak itu didominasi oleh pecahan besar seperti Rp50 ribu dan Rp100 ribu.
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten Ameriza M Moesa mengatakan, pihaknya memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin menukarkan uang rusaknya ke BI sebagai upaya clean money policy.
“Selain pelayanan penukaran uang sesuai pecahan yang diinginkan, kita juga secara rutin seminggu dua kali kita buka loket penukaran uang rusak bagi masyarakat. Khawatir tidak bisa digunakan, tidak laku, maka kami lakukan penggantian uang dengan nilai 100 persen,” ujar Ameriza saat Taklimat Media Laporan Perekonomian Provinsi Banten Edisi Februari 2024 ‘Diskusi Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I 2024 di salah satu rumah makan di Kota Serang, Senin, 13 Mei 2024.
Kata dia, umumnya penukaran uang rusak karena terlalu lama beredar. Masyarakat yang menukar uang juga beragam, ada yang perorangan, kolektif, maupun pedagang. “Saat ini ada inisiatif dari masyarakat. Misalnya di satu kampung mereka menerima uang rusak dari tetangga kemudian ditukarkan ke Bank Indonesia,” terangnya.
Ia menilai animo masyarakat untuk menukarkan uang rusak besar. “Kami cukup senang karena membantu kami melakukan clean money policy,” ujar Ameriza.
Ia menerangkan ada beberapa aturan untuk menukarkan uang rusak. Salah satunya tingkat kerusakannya yakni maksimal 33 persen. “Kondisi uang masih bisa dikenali. Kalau uangnya masih dua per tiga, ini masih bisa ditukarkan,” terangnya.
Namun untuk nominal penukaran, Ameriza mengaku tak ada batasan. “Tapi umumnya masyarakat menghitung cost and benefit. Kalau jauh-jauh menukarkan uang dengan nominal kecil, mungkin mahal di ongkosnya. Sehingga kalau dilihat dari rata-rata, penukaran uang itu di Rp50 ribu dan Rp100 ribu,” ujarnya.
Dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah penukaran uang rusak tahun ini lebih banyak. “Tentunya, uang beredar itu semakin besar, trennya meningkat. Terutama uang emisi lama. Kalau emisi baru kondisinya masih layak. Yang paling banyak ditukarkan itu yang emisi 2016 ke bawah seperti 2006 dan 2004,” ungkap Ameriza.
Ia menerangkan, pihaknya memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang melalui proses online dan bisa menjangkau kas keliling, sehingga tak harus datang ke kantor BI. “Setiap ada Bank Indonesia yang melakukan penukaran uang, di situ juga bisa menerima uang rusak,” ujarnya.
Ameriza mengimbau masyarakat untuk bisa memanfaatkan layanan kas keliling. “Kami instruksikan petugas setiap melakukan kas keliling jangan hanya menerima uang bagus saja, tapi penukaran uang rusak juga dilakukan penukaran,” tegasnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melakukan penukaran uang rusak.
Kepala Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten Syahrun Romadhonia menambahkan, dalam sehari, ada sekira 30 sampai 40 orang yang menukarkan uang di BI dengan total nominal bisa sekira Rp100 juta. “Proses penukarannya bisa pakai aplikasi Pintar BI. Isi form nominal pecahan apa yang akan ditukar, lebih cepat,” tuturnya.
Editor: Abdul Rozak











