LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Lebak akan mengintensifkan pamantuan hewan kurban jelang lebaran Idul Adha Juni mendatang.
Dalam melakukan pemantuan kesehatan hewan kuban khususnya penyakit hewan kuku (pmk) oleh intansi yang di pimpin Rahmat Yuniar ini, akan menggandeng Ikatan Dokter Hewan Indonesia (IDHI) Lebak.
“Tujuannya (pemantuan) untuk mengantisipasi hewan kurban terkena penyakit ketika dikonsumsi oleh masyarakat,” kata Kepala Disnakkeswan Lebak, Rahmat Yuniar, Senin 13 Mei 2024.
Selain menggandeng IDHI untuk memeriksa hewan ternak, pihaknya juga meningkatkan pengawasan terhadap peredaran hewan kurban di Kabupaten Lebak.
“Pengawasan tersebut akan dilakukan sesuai dengan Standar Operasioal Prosedur (SOP),” jelasnya.
Mantan kepala Dinas Pertanian ini mengatakan, pihaknya terus melalukan sosialisasi kepada pedagang maupun panitia pemotongan hewan kurban agar menerapkan tata cara pemotongan agar aman dari PMK.
“Tentunya, kita berharap semuanya mengikuti panduan tatacaranya baik itu penjual, pembeli maupun penuembelih. Sehingga, daging yang dikonsumsi bemar-benar sehat dan laik untuk dikonsumsi,” imbuhnya.
Rahmat juga mengatakan, setiap pedagang hewan ternak wajib menyertakan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) untuk hewan kurban yang diperjual belikan. Pihaknya memperketat pengawasan lalulintas hewan ternak di jalur perbatasan Citeras, Rangkasbitung – Kabupaen Serang.
“Pengetatan pengawasan tersebut, untuk menjamin kondisi kesehatan hewan ternak yang keluar masuk wilayah Kabupaten Lebak, dapat terpantau baik syarat maupun kesehatannya, sehingga hewan yang masuk memang dalam kondisis sehat,” katanya.
Sementara itu Eman (40) pedagang hewan kurban asal Kecamatan Kalanganyar mengatakan, hewan kurban yang dijualnya dalam kondisi sehat dan laik untuk di konsumsi masyarakat.
“Kalau soal harga relatif tidak akan jauh berbeda. Kesehatan hewan benar-benar kita perhatikan. Kalau dalam kondisi tak sehat tak akan kita jual, karena kita juga pastinya tidak ingin bermasalah bila hewan yang kita jual tidak sehat” katanya.
Reporter: Nurabidin
Editor: Aditya











