LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Pasca beredarnya berita mengenai dua siswa dari SMKN 1 Rangkasbitung dalam kecelakaan tenggelam di kolam eks galian pasir setelah mengikuti kegiatan penerimaan PDL Paskibra pada Sabtu, 11 Mei 2024, pihak SMKN 1 Rangkasbitung mengadakan konferensi pers di Aula Pancasila SMKN 1 Rangkasbitung, Selasa, 14 Mei 2024.
Dalam acara tersebut, kedua orang tua korban juga hadir sekaligus memberikan penjelasan dan berdamai dengan pihak sekolah.
Kepala SMKN 1 Rangkasbitung Sukarno menjelaskan kronologi kejadian. Menurutnya, kedua korban tenggelam setelah menyelamatkan seorang siswi yang terpeleset.
“Iya, kedua korban diduga tidak pandai berenang,” kata Sukarno di SMKN 1 Rangkasbitung, Selasa 14 Mei 2024.
Ia menambahkan bahwa sekolah telah melakukan berbagai langkah tindak lanjut, termasuk memberikan santunan dan mencapai kesepakatan bersama untuk menghindari tuntutan di masa mendatang.
Salah satu orang tua korban yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan dalam konferensi pers bahwa ia dan keluarganya telah menerima apa yang terjadi pada putranya dengan lapang dada.
“Kami telah menerima semua ini dengan lapang dada, semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua,” singkatnya.
Sebelumnya, kejadian nahas yang mengakibatkan dua orang anggota Paskibraka SMKN 1 Rangkasbitung meninggal dunia yakni Hafiz (16) dan Yusgio (16) di Kampung Ciseke, Desa Jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak pada Sabtu 11 Mei 2024 lalu.
Reporter: Nurandi
Editor : Aas Arbi











