PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang lewat Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang memfasilitasi siswa tingkat SD hingga SMA/SMK yang mengalami putus sekolah.
Fasilitas itu diberikan melalui Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pandeglang.
Kepala SPNF SKB Pandeglang, Ade Suparman, mengatakan bahwa komitmennya untuk memberikan kesempatan bagi mereka yang belum merasakan lanjutan jenjang pendidikan di sekolah formal untuk mengembangkan potensi mereka
“Pendidikan kesetaraan kini semakin dikenal luas oleh masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan untuk belajar di lembaga pendidikan formal,” ungkap Ade Suparman, Selasa, 21 Mei 2024.
Selain itu, pihaknya juga menambah kurikulum yang terkait dengan keterampilan mengikuti perkembangan digitalisasi seperti komputer dan menjahit guna mempersiapkan peserta dalam menghadapi tuntutan pasar kerja yang semakin kompleks.
Dengan demikian, upaya ini diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Dikatakannya, selain pembelajaran teori, pelatihan kerja juga diperlukan untuk meningkatkan daya saing dan keterampilan siswa yang diajarkan oleh para tutor di SPNF SKB Pandeglang.
“Kami selalu memberikan motivasi dan edukasi kepada warga belajar tentang pentingnya pendidikan, karena suatu saat mereka akan membutuhkan ijazah untuk melanjutkan karir atau ke perguruan tinggi,” katanya.
Menurutnya, keterampilan merupakan pondasi penting bagi setiap individu sebagai dasar yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan, mempersiapkan diri menjadi individu yang produktif, berdaya saing, dan sejahtera.
“Iya, karena berkaitan dengan tingkat sumber daya manusia (SDM) di tingkat kabupaten, masuknya indeks pembangunan manusia (IPM) dimulai dari pendidikan, selain itu juga melibatkan kesehatan dan ekonomi,” ucapnya.
Ia menegaskan, dengan meningkatkan mutu pendidikan hal itu berdampak kepada keberlangsungan hidupnya di masa mendatang, kata Ade Suparman upaya ini terus dipacu untuk melayani pembelajaran tingkat kesetaraan sekolah paket A (setara SD), paket B (setara SMP), dan paket C (setara SMA).
“Karena pendidikan itu merupakan hal yang wajib, jadi masyarakat Pandeglang itu wajib lah harus mendapatkan pendidikannya, kita di sini melayani bisa secara daring maupun luring komputer juga kita ada lengkap,” tegasnya.
Dia menambahkan bahwa banyak warga yang telah menyelesaikan program pembelajaran di SPNF SKB Kabupaten Pandeglang kemudian melanjutkan karier mereka atau masuk ke perguruan tinggi.
“Ada enam lulusan SKB yang memilih untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, sementara sebagian besar lainnya telah memasuki dunia kerja. Kami memiliki 13 tutor dan 11 pamong belajar yang siap membantu mereka,” tambahnya.
Dia berharap agar masyarakat Pandeglang yang berminat untuk melanjutkan pendidikan bisa bergabung dengan program pembelajaran di SKB Pandeglang.
“Ya kami berharap sih mereka yang ingin melanjutkan pendidikan, termasuk yang mungkin telah putus sekolah atau berusia di atas usia sekolah, untuk bergabung dengan kami. Kami menyediakan layanan tutorial dan pembelajaran daring,” tandasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











