CILEGON – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengumumkan kondisi fiskal seluruh Kota se Indonesia. Kota Cilegon masuk dalam daftar tiga besar Fiskal Kuat se Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Tito dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke-17 yang digelar di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Selasa 4 Juni 2024 kemarin.
Fiskal kuat artinya daerah tersebut memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang jauh lebih besar dibandingkan dengan dana pusat.
Sedangkan fiskal sedang ditandai dengan PAD yang seimbang dengan dana pusat, sementara fiskal lemah memiliki PAD rendah dan sangat bergantung pada dana pusat.
Walikota Cilegon Helldy Agustian menilai capaian tersebut merupakan hal yang luar biasa.
Dijelaskan Helldy, hanya ada enam daerah dari 98 kota di Indonesia yang masuk dalam kategori Fiskal Kuat.
“ Jadi kondisinya Cilegon PAD-nya lebih besar dibanding transfer dari pemerintah pusat yang hanya hanya Rp46,21 miliar,” jelasnya.
Dengan kondisi fiskal seperti itu, pemerintah kota akan lebih mudah lagi melakukan pembangunan Kota Cilegon.
Seperti, membangun gedung rumah sakit baru, membangun gedung SMP, memberikan beasiswa full sarjana, menaikkan honor RT RW dan beberapa program pembangunan lainya dengan menggunakan PAD Pemkot Cilegon tersebut.
“Jadi perbandingannya gini dari Fiskal Kuat ini, kalau transfer pusat itukan biasanya bantuan berupa DAK atau DAU, dan itu itu alokasinya sudah ditentukan seperti untuk Dindik atau jalan, tapi kalau PAD kita besar kita membangun dan berencana sebagaimana visi misi kita,” katanya.
Namun demikian, kreativitas juga sangat penting dilakukan, bagaimana menggunakan inovasi tanpa menggunakan APBD, seperti Pemkot Cilegon mendapatkan dana Inpres untuk perbaikan jalan JLS, dan bantuan hibah dari PLN, bantuan pembangunan buffer zone di KM 97 Tangerang-Merak dan sebagainya.
“Jadi kalau dibedakan bantuan dari pusat dengan produk lokal, kita bisa berbuat apa yang masyarakat Cilegon butuhkan, akan tetapi disesuaikan dan lebih selektif penggunaannya,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Helldy berharap dengan peringkat ketiga ini, Kota Cilegon dapat terus berinovasi dan berkreasi. (*)
Editor: Bayu Mulyana











