SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Desa Citerep, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, mengandalkan kebersihan dan keamanan lingkungan di Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2024.
Mereka menata lingkungan Kampung Prisen di RW 04 dengan menambahkan aksen warna pada jalan lingkungan.
Tim juri kemudian diajak berkeliling untuk meninjau pos kamling dan kebersihan lingkungan di empat RT di RW 04 yang diikutkan lomba.
Pj Kepala Desa Citerep, Sudarman mengatakan, persiapan menyambut LKBA Kabupaten Serang 2024 sudah direncanakan sejak dua bulan lalu. Pihaknya, bahkan telah bermusyawarah dengan pengurus RT dan RW di lingkungan tersebut.
Ia mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi andalan Desa Citerep. Salah satunya ialah soal pengelolaan sampah.
“Di RW ini sudah berjalan mengenai pengelolaan sampahnya, pengelolaan keamanannya. Jadi masyarakat sudah terbiasa seperti ini, tidak mengada-ada karena mau ada lomba,” katanya, Kamis, 8 Agustus 2024.
Ia menjelaskan, pengelolaan sampah yang dimaksud ialah ada kelompok masyarakat yang menjadi koordinator pengangkutan sampah, sehingga tidak akan ada sampah yang menumpuk.
“Kita ketahui di Kabupaten Serang sedang kesulitan membuang sampahnya, makanya warga sini kerja sama dengan Kota Serang untuk penanganannya,” tegasnya.
Ia menilai, dengan adanya pelaksanaan LKBA, dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungannya. Mereka kini sadar, untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan aman perlu adanya keterlibatan dari mereka sendiri.
“Sekarang masyarakat terbiasa ikut gotong royong, lalu saat malam hari, para pemuda juga terbiasa untuk nongkrong di pos kamling. Dampaknya akhirnya kasus pencurian menurun,” pungkasnya.
Salah seorang juri, Iptu Sukesi menilai, kebersihan di Desa Citerep sudah baik. Ia meminta agar hal tersebut dipertahankan bukan hanya pada saat pelaksanaan perlombaan.
“LKBA ini bukan untuk mencari siapa menang, siapa kalah, tetapi untuk meningkatkan jiwa kegotongroyongan. Tadi saya sampaikan ke pak Lurah agar setiap bulannya menggerakan masyarakat untuk gotong royong,” katanya.
Ia mengaku, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan di Desa Citerep. Salah satunya ialah dengan mengelola lahan-lahan kosong menjadi taman yang dapat digunakan sebagai tempat bermain bagi anak-anak.
“Kurang tamannya aja, kalau bisa diberikan bunga-bunga agar terlihat indah. Lalu kalau bisa diedukasi juga masyarakat untuk sampah organik dan non organiknya,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











