PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang mencatat, ada 634 ribu penduduk atau sekitar 52,69 persen dari total 1,2 juta penduduk usia lima tahun ke atas di Pandeglang sudah memiliki akses internet.
Penggunaan gadget dan akses internet kini sudah menjadi kebutuhan yang tak terpisahkan bagi masyarakat di Kabupaten Pandeglang, seperti halnya di seluruh Indonesia.
Survei dari beberapa lembaga menunjukkan bahwa gadget dan internet telah menjadi kebutuhan pokok yang diutamakan masyarakat.
Dengan menggunakan internet, masyarakat bisa berkomunikasi dan mengakses informasi secara luas tanpa batasan waktu atau jarak. Bahkan, internet kerap dimanfaatkan untuk menambah penghasilan.
Ahli Madya Statistik pada BPS Kabupaten Pandeglang, Adji Subekti, mengungkapkan bahwa berdasarkan Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2023, sebanyak 634 ribu atau sekitar 52,69 persen dari 1,2 juta penduduk Pandeglang usia lima tahun ke atas telah menggunakan gadget dan internet, baik melalui akses wifi maupun paket data.
“Dari penduduk usia lima tahun ke atas, 52,69 persen pernah mengakses internet, sedangkan 47,31 persen tidak menggunakan internet,” ungkapnya, Kamis, 15 Agustus 2024.
Adji juga menambahkan, jika dilihat dari jenis kelamin, lebih banyak laki-laki yang menggunakan akses internet, yaitu mencapai 53,32 persen. Sementara, untuk perempuan hanya 45,46 persen dari penduduk usia lima tahun ke atas.
“Kalau kita lihat dari tingkat pendidikannya, pengguna internet lebih banyak dari lulusan SMP, yaitu 82,54 persen. Sementara, lulusan SD ke bawah yang menggunakan internet hanya 32,69 persen, jadi perbedaannya cukup signifikan,” jelasnya.
Menurut Adji, penggunaan internet juga dipengaruhi oleh tingkat pengeluaran per kapita. Semakin tinggi pendapatan seseorang, semakin besar pula kemungkinan mereka menggunakan internet.
“Untuk kalangan atas, penggunaan internet mencapai 62,18 persen. Sementara, kalangan menengah berada di angka 55,76 persen, dan kalangan bawah 44,37 persen. Artinya, semakin tinggi pendapatan, semakin besar pula penggunaan internet di kalangan penduduk usia lima tahun ke atas,” jelasnya.
“Kemungkinan besar tren ini akan terus meningkat,” tambahnya.
Berdasarkan data dari We Are Social pada Januari 2023, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 212,9 juta orang, atau sekitar 77 persen dari total populasi. Angka ini meningkat sebesar 3,85 persen dibandingkan tahun 2022.
Tingginya penetrasi internet di Indonesia mendorong meningkatnya kebutuhan akan pulsa dan paket data. Banyak pekerjaan online kini bisa dilakukan melalui internet, seperti menjadi YouTuber atau jurnalis.
“Internet bisa digunakan untuk mencari berita, hiburan, bahan pelajaran mahasiswa, aplikasi pesan, dan juga untuk bisnis,” jelasnya.
Ia menambahkan, tidak semua masyarakat menggunakan jaringan wifi rumahan, karena biaya pemasangannya yang cukup tinggi, sesuai dengan pendapatan mereka.
“Tidak semua wilayah terjangkau jaringan wifi. Biasanya, penggunaan internet tergantung pada pendapatan dan kebutuhan. Misalnya, lanjut usia yang mungkin tidak merasa perlu menggunakan internet. Namun, untuk komunikasi, internet sudah umum digunakan,” tutupnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











