LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Meski dihantam kemarau dari Juli 2024, produksi padi di Kabupaten Lebak dipastikan surplus.
Produksi beras hasil panen petani hingga Juli 2024 di Kota Multatuli ini mencapai 143.038 ton. Sementara kebutuhan konsumsi beras pertahun di Lebak mencapai 143.038 ton dari 1.407.857 jiwa.
“Produksi padi periode Januari-Juli 2024 mencapai 314.185 ton Gabah Kering Panen(GKP) setara 143.038 ton beras,” kata Kabid Produksi Dinas Pertanian Lebak Denny Iskandar, Rabu 28 Agustus 2024.
Dengan produksi padi hingga Juli, kata Denny, kebutuhan beras sudah tercukupi hingga akhir tahun. Karena, kebutuhan konsumsi beras untuk penduduk Kabupaten Lebak per kapita pertahun mencapai 101,6 kg atau 143.038 ton per tahun.
“Saat ini petani disejumlah wilayah sudah mulai memasuki musim panen. Karena itu kami optimis untuk kebutuhan pangan di Lebak tetap terjaga dengan baik. Kita tetap bisa surplus (padi), karena memang petani telah paham kapan harus tanam padi,” katanya.
Dia mengatakan, produksi padi di Kabupaten Lebak selama ini di atas rata-rata nasional. Karena itu, untuk memenuhi ketahanan pangan pihaknya akan terus mendorong peningkatan produksi gabah karena, Kabupaten Lebak merupakan daerah lumbung pangan di Provinsi Banten.
“Tahun ini kita targetkan produksi beras 512.951 ton. Kita optimis target itu bisa tercapai,” jelasnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat menambahkan, Kabupaten Lebak memiliki luas sekira 304.472 Ha terdiri dari lahan sawah seluas 47.760 Ha dan lahan darat seluas 256.711,8 Ha.
“Dari lahan seluas itu sebagain besar adalah kawasan pedesaan yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencarian sebagai petani,” katanya.
Editor: Abdul Rozak











