DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang ikut menyukseskan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tahun 2024. Sasaran PIN Polio tahun ini sebanyak 231.500 anak di Kabupaten Serang yang pelaksanaannya bertempat di posyandu, puskesmas, pos PIN, dan di beberapa sekolah.

PIN Polio 2024 ditujukan untuk seluruh anak usia 0 bulan sampai dengan 7 tahun, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Sebagaimana Diktum Keempat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1031/2024 tentang Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) dalam Rangka Penanggulangan Kejadian Luar Biasa Polio. Vaksin yang digunakan dalam pelaksanaan PIN Polio adalah vaksin novel Oral Polio Vaccine type 2 (nOPV2).
PIN Polio dilakukan secara serentak. Tahap pertama dimulai 23-29 Juli 2024, dan tahap kedua 6-12 Agustus 2024.
Seremoni PIN Polio 2024 di Kabupaten Serang dilakukan oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah pada Roadshow Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) 2024 di lapangan Begog, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang pada Rabu, 24 Juli 2024.
Kepala Dinkes Kabupaten Serang Rahmat Fitriadi mengatakan, pelaksanaan PIN Polio sudah dimulai sejak Selasa 23 Juli 2024 secara serentak di seluruh Kabupaten Serang
“Tahun ini sasaran PIN Polio sebanyak 231.500 anak yang diberi vaksin polio ini yang usianya kurang delapan tahun ke bawah,” katanya.

Rahmat Fitriadi optimistis realisasi pelaksanan PIN Polio 2024 sesuai harapan. Yaitu lebih dari 95 persen dari 231.500 anak yang menjadi sasaran PIN Poli 2024.
Untuk mendapatkan akases vaksin polio, kata Rahmat, masyarakat bisa mengaksesnya melalui puskesmas, sekolah dasar (SD), sekolah PAUD, sekolah TK, dan pos-pos PIN polio yang diselenggarakan oleh puskesmas. ”PIN polio ini kegiatan tambahan karena ada KLB (kejadian luar biasa) di beberapa daerah di luar Banten,” tuturnya.
Rahmat menegaskan, pemberian vaksin polio sangat penting untuk mencegah penyakit polio yang sampai saat ini belum ada obatnya.
”Kalau sudah kena polio gejalanya dari yang ringan sampai berat, awalnya demam kemudian bisa menyebabkan kelumpuhan hingga kematian. Maka antisipasinya melalui vaksinasi ini,” paparnya. (ADV)











