LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak saat ini sedang melakukan uji laboratorium air Sungai Ciujung yang diduga tercemar.
Viral dalam video, ribuan ikan mendadak mati di Sungai Ciujung pada Selasa, 3 September 2024.
Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas pada DLH Lebak, Erik Indra Kusuma, menjelaskan jika kondisinya sungai tercemar. Terkait dengan racun yang mencemari sungai saat ini masih menunggu uji laboratorium.
“Proses pengolahan air limbah sedang diuji di lab, sebagai dasar untuk bisa menjelaskan kondisi air di Sungai Ciujung,” ucapnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 4 September 2024.
Ia menambahkan, proses laboratorium harus menunggu 14 hari dan akan segera diinformasikan kembali setelah hasilnya keluar.
Mengenai Sungai Ciujung yang tercemar, dirinya memberikan imbauan agar warga bantaran sungai tidak mengambil air ke sungai.
“Sementara waktu warga jangan turun dan mengambil air di Sungai Ciujung karena setelah tim turun ke lapangan, air kondisinya bau menyengat dan warnanya hitam,” tuturnya.
Feri, warga Desa Cileles, menyebut jika dugaan pencemaran tersebut imbas adanya aktivitas pabrik lab chamois. Keberadaan pabrik yang berada pada bantaran sungai, disinyalir menjadi sebab air sungai tercemar dan berbau.
“Kami ingin perusahaan memperhatikan dampak lingkungannya, karena air ini sumber bagi warga sekitar yang masih banyak bergantung pada Sungai Ciujung. Terlebih saat ini kondisi sedang kemarau, kami membutuhkan air sungai tersebut,” terangnya.
Menanggapi tuduhan dari masyarakat, Edy Adityo, Humas Pabrik PT. Tiger Chamois Indonesia (TCI) yang memproduksi lap chamois, menyampaikan jika pihaknya sama sekali tidak membuang limbah ke Sungai Ciujung.
“Saya sampaikan dari lokasi kami berdiri sampai dengan kali yang dikatakan warga tercemar, itu jarak dari kami sampai ke lokasi itu, kurang lebih tiga kilometer,” terang Edy saat dihubungi.
Ia menyebutkan, pihaknya dari perusahaan selalu berbenah dalam melakukan segala aktivitas perusahaan. Menurutnya, karena selama ini perusahaan tidak pernah membuang limbah bau dan berwarna hitam.
“Tetapi kalau itu di sungai (Sungai Ciujung) dikatakan airnya warna hitam kemudian bau, nah ini yang harus disikapi. Karena di kami ini airnya enggak hitam dan bau, jadi begitu,” ucapnya.
Editor: Agus Priwandono











