SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Bersepeda di alam bebas menjadi hobi yang dijalani Komunitas Paralel Squad Activity. Mereka setiap akhir pekannya selalu bersepeda ria menembus hutan dan alam bebas.
“Komunitas kami ini sudah beberapa tahun yang lalu terbentuk, kami mempunyai hobi yang sama yakni bersepeda di alam,” ujar anggota Paralel Squad Activity, Rangga Adekresna, Sabtu 7 September 2024.
Rangga mengatakan, sebelum terbentuk, komunitas ini awalnya hanya ada beberapa orang saja. Itu pun rekannya sesama aparat penegak hukum. “Awalnya beberapa orang saja, tapi sekarang bertambah walaupun enggak banyak,” katanya.
Menurut Rangga, bersepeda di dalam hutan punya filosofis tersendiri dalam kehidupan. Maksudnya adalah pesepeda akan terfokus pada keseimbangan bukan pada rintangan.
“Karena hidup ini sama seperti menaiki sepeda gunung di dalam hutan, kita hanya harus fokus pada keseimbangan dan bukan fokus pada rintangan,” ungkapnya.
Biasanya, sambung Rangga setiap akhir pekan selalu bersepeda di Hutan Kota Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat. Disana, selalu menjadi spot yang menarik untuk dijelajahi. “Kita biasanya di Hutan UI, spotnya cukup menantang,” katanya.
Selain Hutan Kota UI, Paralel Squad Activity, juga kerap menjelajahi hutan lain yang ada di wilayah Pulau Jawa. Tujuan mendatangi spot baru ini selain untuk mencari tantangan juga agar tidak bosan dengan Hutan Kota UI Depok.
“Kadang-kadang kita ke daerah lain, kalau udah keluar daerah kita lakukan persiapan matang agar bisa berjalan dengan lancar,” kata pria yang menjabat sebagai Kasi Penkum Kejati Banten ini.
Rangga mengungkapkan, bersepeda di alam, sudah lama ia lakukan. Hobi ini baginya sangat menyenangkan untuk menyegarkan pikiran di tengah penatnya pekerjaan.
“Saya sudah lama bersepeda di hutan, bagi saya hobi ini sangat menyenangkan,” katanya.
Rangga tidak memungkiri, olahraga yang dia geluti bersama teman-temannya ini cukup membahayakan. Sebab, ada trek atau lintasan yang berbeda dibandingkan di jalan raya. “Kondisinya treknya tentu beda kalau kita sepedahan di jalan (dibandingkan hutan),” ujar pria Nganjuk, Jawa Timur ini.
Meski sedikit membahayakan, namun trek tersebut dianggap sebagai tantangan yang harus ditaklukkan. “Bagi kami menyenangkan karena treknya ini benar-benar menantang dan harus bisa taklukkan,” ungkapnya.
Rangga mengaku, bersepeda di hutan ia lakukan sekitar tiga jam bahkan lebih. Untuk mencapai spot yang menantang, ia bersama rekannnya membawa mobil ke titik awal lokasi.
“Kita enggak sepedahan langsung dari rumah, tapi bawa mobil untuk sampai di titik awalnya. Dari titik awal itu, kami kemudian lanjut ke treknya,” tuturnya.
Reporter: Fahmi
Editor: Agung S Pambudi











