PANDEGLANG – Anak muda di Kabupaten Pandeglang semakin kreatif dalam menciptakan inovasi dengan memanfaatkan barang bekas menjadi produk bernilai jual tinggi.
Melalui kegiatan thrifting, mereka berhasil menghasilkan cuan dari barang-barang bekas yang dijual di 85 Market.
85 Market ini berlokasi di Jalan Ade Irma, Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang ini menjadi wadah bagi para pelaku usaha muda untuk menyalurkan ide dan kreativitas mereka.
Produk-produk yang dijual di 85 Market beragam, mulai dari pakaian hingga aksesori, yang semuanya berasal dari hasil olahan barang bekas namun tetap memiliki daya tarik bagi pembeli.
Founder 85 Market, Badru, menyampaikan bahwa dirinya menyediakan platform jual beli barang bekas yang masih layak pakai dan berkualitas.
Ia mengatakan fokusnya pada produk-produk second seperti pakaian, sepatu, dan aksesori lainnya yang masih bisa dimanfaatkan.
“Jadi, saya fokusnya ke jual beli barang second yang masih layak pakai, seperti pakaian, sepatu, dan lain-lain,” ungkap Badru, Senin, 23 September 2024.
Menurutnya, 85 Market telah berjalan selama tiga tahun. Namun, baru-baru ini tempat tersebut semakin diminati oleh kalangan muda di Pandeglang, terutama setelah berpindah ke lokasi yang saat ini ditempati.
Badru menjelaskan bahwa barang-barang yang dijual berasal dari teman-teman terdekat, seniman, serta komunitas dengan harga yang terjangkau, namun tetap memiliki nilai jual.
“Biasanya barang-barangnya didapat dari teman-teman juga. Mereka thrift barang yang sudah tidak muat atau sudah lama tidak dipakai, tapi masih bagus dan layak dijual di sini,” jelasnya.
Menurutnya, tidak hanya pakaian bekas yang dijual di pasarnya, tetapi juga berbagai aksesori seperti jam tangan custom, topi, celana jeans, dan jaket.
“Kalau untuk harga, mulai dari Rp 15 ribu sampai paling mahal Rp 250 ribu,” ucapnya.
Ia menambahkan celana jeans yang dijual dapat dicustom dengan gambar atau variasi tertentu. Bahkan, helm dan sepatu pun bisa dimodifikasi sesuai keinginan pelanggan.
“Merk yang tersedia juga beragam, ada Adidas, Nike, tergantung dari mana barang-barang itu didapat,” tuturnya.
Badru juga membuka peluang bagi siapa pun yang ingin menitipkan barang bekas atau karya mereka di 85 Market.
Ia berharap, barang-barang tersebut dapat memiliki nilai jual dan diminati masyarakat.
“Harapannya, 85 Market bisa semakin dikenal luas dan terus diminati,” paparnya.
Editor: Agus Priwandono











