PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–IPB University melalui program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) kembali mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menyasar remaja, khususnya siswa kelas 1 dan 2 di SMAN 1 Pandeglang.
Program pelatihan ini bertajuk “Gapai Remaja Sehati: Gerakan Anti Pernikahan Dini untuk Remaja Sehat dan bergizi” dan dilaksanakan pada tanggal 2-3 Oktober 2024. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman para remaja mengenai gizi, kesehatan reproduksi, serta bahaya pernikahan dini.
Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMAN 1 Pandeglang, Jubaedi, S.Pd, M.Si yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi IPB University dalam upaya membina kesehatan remaja di sekolahnya.
Ia berharap program ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan mental dan fisik siswa, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan reproduksi.
Acara ini juga dibuka Ketua Tim Dospulkam, Resa Ana Dina, S.K.M., M.Epid. Dia menyampaikan pentingnya perhatian terhadap gizi dan body image, kesehatan reproduksi remaja, serta upaya preventif terhadap pernikahan dini yang masih menjadi tantangan di banyak daerah, mengingat tingginya angka pernikahan dini di Provinsi Banten yaitu 7.08% di tahun 2022.
Tim yang terdiri dari dua fakultas, yaitu Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia dan Fakultas Kedokteran, turut melibatkan dosen, mahasiswa dan alumni untuk memberikan materi pelatihan yang relevan.
Pelatihan ini menyajikan empat materi utama, yaitu:
- Remaja dan Gizi Seimbang – Peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya pola makan yang sehat dan seimbang, serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan fisik.
- Body Image pada Remaja – Materi ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri para remaja dalam menerima bentuk tubuh mereka, serta mencegah gangguan makan yang sering timbul akibat persepsi yang salah tentang tubuh.
- Kesehatan Reproduksi pada Remaja – Siswa diberikan informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, termasuk bahaya perilaku seksual berisiko.
- Cegah Pernikahan Dini pada Remaja – Sesi ini menekankan dampak negatif pernikahan dini, baik dari aspek kesehatan fisik, mental, maupun sosial. Para peserta didorong untuk menunda pernikahan hingga usia yang lebih matang dan memiliki kesiapan yang cukup.
Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan diskusi, tanya jawab, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada skor post-test dibandingkan dengan pre-test, yang menandakan peningkatan pengetahuan para peserta setelah menerima pelatihan.
Hal ini menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa mengenai gizi, kesehatan reproduksi, serta dampak pernikahan dini.
Sebanyak 30 siswa dan 10 guru yang terlibat dalam kegiatan ini akan menjadi duta GAPAI SEHATI REMATRI (Remaja Sehat dan Bergizi) di lingkungan sekolah masing-masing. Mereka diharapkan mampu mentransfer ilmu yang didapat kepada teman-teman di kelas mereka, sehingga pesan penting dari program ini dapat tersebar lebih luas dan berkelanjutan di SMAN 1 Pandeglang.
Kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen IPB University dalam mendukung program pemerintah dalam mencetak generasi muda yang sehat, berpendidikan, dan bebas dari pernikahan dini. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia guna meningkatkan kesejahteraan generasi muda.
Reporter: Agung S Pambudi











