“Meski rokok tembakau dan vape sama-sama dapat berdampak buruk bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah, risiko dari penggunaan vape terbukti lebih rendah dibandingkan perokok tembakau,” ungkapnya.
Abi menjelaskan bahwa kesimpulannya, kandungan vape saat ini dinilai memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan bahaya rokok tembakau, asalkan alat vape berkualitas baik dan tidak digunakan secara berlebihan.
“Tapi, saya kembali mengingatkan bahwa produk ini tidak sepenuhnya aman bagi kesehatan. Meski risikonya lebih rendah dibanding rokok tembakau, vape tetap membahayakan kesehatan. Namun, bagi perokok berat, vape bisa menjadi alternatif untuk mengurangi risiko dari rokok tembakau,” jelasnya.
Selain itu, bahwa efek kepuasan nikotin dari penggunaan vape biasanya bekerja lebih cepat dibandingkan rokok tembakau. Hal ini diharapkan membuat pengguna vape tidak perlu terlalu sering menghirup nikotin seperti perokok tembakau yang harus menghabiskan beberapa batang rokok untuk mencapai kepuasan nikotin.
Abi menegaskan bahwa meskipun vape tampak lebih aman, pengguna tetap perlu berhati-hati dan tidak menggunakan vape secara berlebihan demi menjaga kesehatan tubuh.
Editor: Abdul Rozak











