SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Data dalam Pembangunan digunakan untuk perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Dalam Perencanaan sebagai informasi untuk menentukan target dan strategi Pembangunan.
Pada Pelaksanaan sebagai Indikator yang digunakan dalam memantau perkembangan Pembangunan. Lalu pada Evaluasi, Data sebagai indikator yang digunakan dalam mengukur efektivitas dan dampak pembangunan dan bagaimana keberlanjutannya.
Jika pembangunan tanpa data yang berkualitas, maka perencanaan pembangunan menjadi tidak tepat sasaran, pelaksanaan pembangunan tidak dapat dikontrol kualitas dan ketercapaiannya dan tidak memiliki landasan yang kuat dalam perbaikan dan penyempurnaan pembangunan ke depan.
Penjelasan di atas melatarbelakangi kegiatan seminar “Pembangunan Berbasis Data: Antara Kenyataan, Harapan dan Khayalan.” Kegiatan seminar ini dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik Kota Serang dengan Narasumber yang sangat berkompeten, yaitu Kepala Bappeda Kota Serang Ina Linawati, Pakar Ekonomi Pembangunan dan Kebijakan Publik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Hady Sutjipto, dan Nurina Paramitasari perwakilan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten. Kegiatan seminar dilaksanakan di Hotel Aston Serang, Rabu, 9 Oktober 2024.
Plh. Kepala BPS Kota Serang Suhandi menekankan bahwa betapa pentingnya data dalam berbagai program Pembangunan.
“Walaupun sudah banyak Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah baik provinsi dan kabupaten/kota yang menjadikan data sebagai acuan dalam Pembangunan, namun masih ada juga pemerintah daerah yang merasakan bahwa Pembangunan berbasis data masih menjadi sebuah harapan, bahkan ada yang masih menjadi khayalan,” katanya.
Di kesempatan yang sama, perwakilan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten Nurina Paramitasari menyatakan bahwa Pembangunan tanpa data bagaikan rumah dengan pondasi dan rangka yang rapuh sehingga mudah runtuh. Ia juga memaparkan beberapa data Kota Serang dan Provinsi Banten serta analisisnya untuk menjadi insight bagi pemerintah daerah.
Sementara itu, Pakar Ekonomi Pembangunan dan Kebijakan Publik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Hady Sutjipto menjelaskan kontribusi perguruan tinggi dalam Pembangunan daerah serta perannya sebagai salah satu penyedia statistik berkualitas baik statistik sektoral maupun statistik khusus.
“Salah satu sumber data yang masih belum digunakan secara optimal oleh pemerintah daerah adalah BIG DATA. Big Data merujuk pada kumpulan data dalam jumlah besar dan kompleks yang tidak dapat dianalisis secara efektif dengan metode tradisional. Sumbernya bisa berasal dari media sosial, transaksi digital, sensor IoT, dan lainnya,” jelasnya.
Kepala Bappeda Kota Serang Ina Linawati menyoroti arah dan kebijakan Satu Data Indonesia (SDI) di Kota Serang. Menurutnya Satu Data Indonesia Kota Serang seharusnya menjadi landasan untuk menciptakan pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan responsive.
“Dengan data yang akurat, terbuka, dan terintegrasi, pemerintah dapat mengoptimalkan perencanaan, penganggaran, serta pelaksanaan kebijakan publik yang berdasarkan bukti nyata (evidence-based policy). Ini akan membantu mendorong pertumbuhan pembangunan di Kota Serang semakin meningkat,” ucapnya.
Banyak kendala yang dihadapi seperti kurangnya sumber daya manusia (SDM), keterbatasan infrastruktur teknologi, kurangnya komitmen dan kordinasi serta keterbatasan anggaran.
Reporter: Eko Fajar
Editor: Agung S Pambudi











