LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus mewaspadai penyebaran HIV/AIDS di daerah yang dipimpin Penjabat (Pj) Bupati, Gunawan Rusminto ini.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mencatat, sepanjang tahun ini ada 95 kasus positif HIV dan 43 AIDS di Kabupaten Lebak.
“Tahun ini ada 95 kasus HIV dan 43 AIDS, tiga orang meninggal dunia. Karena itu, sebagai langkah preventif kita terus berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk gencar melaksanakan penyuluhan bahaya HIV/AIDS, terutama bagi kalangan pelajar dan generasi muda,” ujar Plt Kepala Dinkes Lebak, dr Budhi Mulyanto, Senin, 14 Oktobet 2024.
Dia mengatakan, penemuan kasus HIV/AIDS itu menjadi indikasi bahwa penderita HIV/AIDS perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak. Sehingga, penyebaran kasus itu bisa ditekan.
Lantaran hal itu, pihaknya akan terus berusaha komitmen untuk memberikan perhatian kepada ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) dan persoalan HIV/AIDS.
Menurutnya, salah satu yang membuat kasus HIV/AIDS di Lebak, tidak terbuka karena masih ada stigmanisasi di masyarakat bahwa penderita HIV/AIDS itu pasti negatif. Padahal, belum tentu penderita HIV/AIDS itu semuanya mempunyai perilaku negatif.
“Kami terus berupaya mencari formula yang tepat agar stigma itu tidak berkembang di masyarakat,” ujar Ditektur RSUD Ajidarmo ini.
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinkes Lebak, Rohmat, menambahkan bahwa penderita HIV/AIDS perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak. Salah satunya, yakni berupaya memberikan bantuan obat penyembuh dan makanan tambahan gizi.
“Penderita juga harus tepat waktu dalam mengkonsumsi obat Anti Retro Viral (ARV) dan sejauh ini kebutuhan ARV tercukupi,” ujarnya.
Dia mengatakan, pihaknya juga terus berkomunimasi dengan alim ulama di Lebak melalui MUI Lebak, mengingat ulama dekat dengan masyarakat.
“Ulama dekat dengan masyarakat, bisa melalui pendekatan seperti pengajian maupun berbagai ceramah tentang bahaya HIV/AIDS yang salah satunya disebabkan dari pergaulan bebas. Penyakit ini berbahaya dan dapat merenggut nyawa manusia,” katanya.
Ketua MUI Lebak, KH Pupu Mahpudin, mengaku prihatin atas penemuan kasus HIV/AIDS baru di Kabupaten Lebak, meskipun MUI terus menyosialisasikan akan bahaya HIV/AIDS yang salah satunya disebabkan dari pergaulan seks bebas, melalui berbagai ceramah di setiap pelosok kampung maupun pengajian.
“Kami terus memberikan pengertian dan sosialisasi kepada para orang tua untuk terus mengawasi perilaku menyimpang yang terjadi pada anak-anak usia puber serta dampak dari pergaulan sek bebas selain dilarang oleh agama,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











