PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Hampir sepertiga anak di Pandeglang masih menghadapi masalah pertumbuhan akibat kekurangan gizi.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Pandeglang, Encep Hermawan, mengungkapkan bahwa angka stunting di Kabupaten Pandeglang masih sekitar 28,6 persen. Pada 2023, angka stunting hanya turun 0,8 persen, jauh lebih lambat dibandingkan kabupaten/kota lain.
“Dalam aksi serentak bulan penimbangan balita, kami mendapati lebih dari 2.000 anak di Kabupaten Pandeglang mengalami stunting berdasarkan hasil pengukuran,” ujar Encep, Senin, 4 November 2024.
Encep menekankan bahwa penanganan stunting memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan pihak swasta dan pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat penurunan angka stunting.
“Edukasi kepada masyarakat harus dilakukan berkelanjutan. Memberikan edukasi satu kali saja tidak cukup. Hal ini terus kami lakukan melalui berbagai kegiatan oleh Dinas Kesehatan maupun puskesmas,” jelasnya.
Menurut Encep, Posyandu merupakan lokasi strategis untuk memberikan edukasi terkait stunting, karena masyarakat rutin datang ke Posyandu yang tersebar di seluruh Kabupaten Pandeglang.
“Kami juga mengampanyekan stunting melalui tokoh agama dan mendapat dukungan dari berbagai pihak yang berperan aktif dalam menurunkan angka stunting,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa sekitar 2.000 balita yang mengalami stunting tersebar di 35 kecamatan di Kabupaten Pandeglang, dengan kasus tertinggi di Kecamatan Cadasari dan Kecamatan Majasari.
“Kasus stunting paling banyak ditemukan di Kecamatan Cadasari dan Majasari, terutama pada anak berusia 0-5 tahun,” ujarnya.
Lebih lanjut, Encep menjelaskan bahwa faktor penyebab stunting mencakup pernikahan dan kehamilan di usia terlalu muda atau terlalu tua, jarak kehamilan yang dekat, serta kekurangan gizi selama kehamilan.
“Yang paling berpengaruh adalah kurangnya asupan gizi bagi bayi atau anak, yang harus dimulai sejak masa kehamilan,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya terus berupaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Pandeglang dan optimis dapat mencapai penurunan yang lebih signifikan di tahun 2024.
“Kami terus berusaha menurunkan angka stunting. Dengan dukungan dari semua pihak, insyaallah tahun ini bisa menurun lagi,” tandasnya.
Editor : Merwanda











