PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID- Angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Pandeglang mengalami penurunan sebesar 0,56 persen dari 1,34 persen di tahun 2023 menjadi 0,78 persen di tahun 2024. Penurunan data angka kemiskinan ekstrem bersumber dari Kementerian Dalam Negeri.
Dimana berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri selain Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak juga mengalami penurunan dari semula tahun 2023 sebesar 1,79 persen turun menjadi sebesar 0,82 persen di tahun 2024.
Kemudian Kabupaten Tangerang dari semula tahun 2023 sebesar 2 persen turun menjadi 0,53 persen di tahun 2024.
Sedangkan Kabupaten Serang naik menjadi 0,64 persen. Lalu Kota Cilegon menjadi 0,77 persen, Kota Serang 0,75 persen, Kota Tangerang 0,43 persen dan Kota Tangerang Selatan angkanya tetap di 0,63 persen.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang Sutoto mengatakan, Pemkab Pandeglang sudah berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrem.
“Yang semula di tahun 2023 sebesar 1,34 persen turun menjadi 0,78 persen. Ini berkat kolaborasi semua pihak dan melakukan verifikasi dan validasi data sampai ke tingkat kecamatan dan desa,” katanya kepada Radar Banten, Minggu, 22 Desember 2024.
Sutoto menjelaskan, pendataan dilakukan secara serentak di semua kecamatan. Yakni di 35 kecamatan di Kabupaten Pandeglang.
“Melakukan verivali (Verifikasi dan Validasi) dan berkolaborasi dengan pendamping PKH. Sehingga berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrem yang menurutnya luar biasa sampai 0,56 persen dari semula 1,34 persen menjadi 0,78 persen,” katanya.
Sutoto mengatakan, persoalan kemiskinan ekstrem pertama adalah persoalan data.
“Maka Kabupaten Pandeglang punya program prioritas di akhir tahun kita melakukan velivali data. Dengan mengalokasikan anggaran ke masing-masing kecamatan,” katanya.
Anggarannya digunakan untuk melakukan verivali data bekerjasama dengan pendamping PKH untuk di setiap kecamatan dan disasar sampai ke tingkat desa.
“Dan hasilnya alhmdulillah terverifikasi dengan baik karena data tersebut , langsung diinput oleh operator desa. Sehingga karena diinput oleh operator desa maka progres nya langsung muncul prosentasenya,” katanya.
Sutoto menegaskan, data penurunan ekstrem itu hasil penghitungan total warga miskin Pandeglang itu sekira 114.230, berarti di sini ad 0,78 berarti yang miskin ekstrem sekitar 700-an
“Angka kemiskinan ekstrem dibawah 1000 orang. Ini tinggal sedikit lagi untuk kita lakukan penanganan,” katanya.
Ke depan, Sutoto menerangkan, dalam rangka menekan angka kemiskinan ekstrem, strategi yang kita siapkan yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi baru.
“Jadi lebih kepada pemberdayaan. Sesuai dengan konsepnya arah kebijakan swasembada pangan,” katanya.
Lebih lanjut Sutoto mengungkapan, turunnya angka kemiskinan ekstrem ini mendapatkan apresiasi dari pemerintah.
“Mudah-mudahan mendapatkan reward dalam bentuk insentif fiskal, untuk kita maksimalkan di penanganan kemiskinan ekstrem,” katanya.
Selain penghargaan tersebut, Pemkab Pandeglang meraih penghargaan kabupaten dan kota sehat.
“Ini pengalaman baru, Bappeda memberanikan diri mendaftarkan Kabupaten Pandeglang ikut penilaian kabupaten kota sehat, yang sebelumnya belum pernah karena OPD-OPD tidak siap waktu itu. Ada 9 tatanan terkait kabupaten sehat dan hasilnya berkat kolaborasi dengan OPD tatanan kota sehat kita meraih penghargaan Swasti Saba,” katanya.
Sutoto mengucapkan, rasa syukur alhmdulillah berkat kolaborasi dan berkat dukungan dari pimpinan dalam hal ini Bupati Pandeglang Irna Narulita yang terus mensupport dalam rangka meningkatkan mendorong perencanaan penganggaran itu fokus kepada penataan kawasan kabupaten kota sehat.
“Kabupaten sehat ini meliputi 9 tatanan dari mulai pelayanan kesehatan itu sendiri kemudian berkaitan pariwisata sehat. Pasar sehat, kemudian transportasi sehat, sekolah sehat, pokoknya ada 9 berhubungan dengan kesehatan semuanya itu dinilai oleh pusat dan provinsi,” katanya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pandeglang, Achmad Widijanto mengatakan, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Pandeglang pada tahun 2024 kembali menunjukkan penurunan.
“Dari 114,230 jiwa pada tahun 2023, kini tercatat berkurang menjadi 113,450 ribu. Jika dipersentasekan, angka kemiskinan Pandeglang tahun 2024 sebesar 9,18 persen,” katanya.
Data kemiskinan tersebut diambil dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional pada bulan Maret 2024.
“Jika kita lihat, tren angka kemiskinan di Pandeglang dari tahun 2020 sampai tahun 2024, secara umum mengalami penurunan,” katanya.
Pada tahun 2021, angka kemiskinan di Kabupaten Pandeglang sebanyak 131.430 jiwa atau 10,72 persen. Kondisi itu di masa pandemi Covid-19.
“Setelah itu angka kemiskinan menurun 0,9 persen atau menjadi 9,18 persen,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











