LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Keluarga Aminudin, warga Kampung Pasir Keris, Desa Sukaraja, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak tinggal di sebuah gubuk berukuran 4×2 meter yang terletak di tepi hutan.
Setiap musim hujan, mereka harus menghadapi dinginnya cuaca dan kekhawatiran akan atap yang roboh diterpa angin.
Kondisi gubuk yang dihuni keluarga Aminudin sangat memprihatinkan. Gubuk tersebut terbuat dari bambu dengan atap terpal seadanya, berdiri di atas bantaran sungai. Dengan ukuran yang sangat terbatas, gubuk ini hanya mampu menampung Aminudin bersama istri dan tiga anaknya. Tidak adanya pekerjaan tetap membuat keluarga ini kesulitan untuk memperbaiki rumah mereka agar layak huni, seperti rumah-rumah milik warga lainnya.
Meski mereka memperoleh sedikit lahan dari PT Pokphand untuk membangun tempat tinggal, keberadaan gubuk tersebut tetap jauh dari kata layak. Keluarga ini hanya bisa bertahan dengan penghasilan yang tidak menentu dari pekerjaan serabutan, yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Penghasilan saya tidak menentu, karena saya hanya bekerja serabutan. Tapi untuk sementara, saya ikhlaskan dan mensyukuri apa yang ada,” ujar Aminudin, kepada Radarbanten.co.id, Jumat 27 Desember 2024.
Ia mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dirinya kadang diajak bekerja oleh yang peduli terhadapnya.
“Kadang ada orang baik mengajak kuli, jadi dari situ ada sedikit penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Istrinya, Aminah, menambahkan bahwa keluarga mereka sempat mengalami hari-hari sulit, bahkan tidak makan seharian karena suaminya tidak mendapatkan rezeki.
“Kami sudah bertahun-tahun tinggal di hutan seperti ini, keadaan yang serba kekurangan,” kata Aminah dengan penuh keprihatinan.
Keluarga Aminudin berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah agar mereka bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak dan hidup yang lebih baik di masa depan.
Editor: Abdul Rozak











