LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Terkait dengan lonjakan harga cabai, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Lebak, Yani, menjelaskan bahwa faktor utama kenaikan harga ini adalah cuaca ekstrem yang terjadi sejak akhir 2024 hingga awal 2025.
“Iya, harga cabai mengalami kenaikan signifikan karena curah hujan tinggi yang mengganggu produksi. Sementara itu, permintaan konsumen meningkat setelah libur Natal dan Tahun Baru,” kata Yani saat dihubungi melalui telepon, Rabu, 8 Januari 2025.
Cuaca buruk ini mengakibatkan gangguan pada produksi cabai, sehingga harga cabai melonjak. Yani memperkirakan harga ini akan terus bertahan selama dua pekan ke depan.
“Akibat cuaca ekstrem ini, semua jenis cabai mengalami kenaikan, terutama cabai rawit merah yang saat ini tercatat dengan harga rata-rata 120 ribu per kilogram,” terangnya.
Meskipun demikian, Yani berharap kenaikan harga ini tidak berlangsung lama. Ia mengungkapkan bahwa banyak warga dan pedagang yang mengeluhkan penurunan omzet akibat harga cabai yang melambung.
“Harapannya, setelah hujan reda, produksi kembali lancar dan harga cabai bisa kembali normal,” tandasnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Aditya











