PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Warga Pagerbatu, Kelurahan Majasari, Kabupaten Pandeglang, secara swadaya melakukan pengecoran alias perbaikan jalan rusak di wilayah mereka.
Jalan yang diperbaiki tersebut memiliki panjang sekitar 200 meter.
Anggota DPRD Pandeglang dari Fraksi PPP, Abdul Rozak mengungkapkan bahwa warga Kelurahan Pagerbatu membangun jalan secara swadaya.
Pembangunan dilakukan dengan metode pengecoran hasil iuran masyarakat setempat.
“Benar, warga Pagerbatu membangun jalan dengan pengecoran dari hasil swadaya. Setiap kepala keluarga (KK) iuran Rp20 ribu untuk membeli semen, lalu pengerjaannya dilakukan secara gotong royong,” ungkap Abdul Rozak, Selasa 28 Januari 2025.
Ia menjelaskan, bahan pasir yang digunakan untuk pembangunan juga didapat dari kebun milik warga.
“Kalau pasir juga dari warga yang kebunnya berupa pasir, jadi tidak beli,” tambahnya.
Kondisi jalan rusak di Kelurahan Pagerbatu hingga Kelurahan Cilaja sudah beberapa kali diusulkan untuk diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang melalui Dinas PUPR. Namun, hingga kini, usulan tersebut belum terealisasi.
Abdul Rozak menyebutkan bahwa warga akhirnya berinisiatif memperbaiki jalan secara swadaya.
“Kalau usulan melalui Musrenbang sudah sering. Namun belum ada realisasi, sehingga warga berinisiatif membangun jalan secara swadaya dengan cara patungan dan dikerjakan gotong-royong,” kata Rozak.
Selain di Pagerbatu, lanjut Rozak, warga Kampung Cilaja, Kelurahan Cilaja, juga melakukan hal serupa. Jalan di wilayah itu kondisinya rusak parah dan sulit dilalui kendaraan.
“Pada hari yang sama, warga Kelurahan Cilaja juga gotong-royong membangun jalan dengan pengecoran, agar bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat hingga menuju Kelurahan Pagerbatu,” ujarnya.
Sementara Lurah Pagerbatu, Soni mengungkapkan bahwa pembangunan jalan baru di Kelurahan Pagerbatu yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat bertujuan menggantikan akses jalan lama yang ditutup karena rawan longsor.
“Itu jalan yang baru dibuka. Dulu sudah ada akses jalan di sana, lokasinya di sebelah jalan yang sekarang dibangun secara swadaya oleh masyarakat,” kata Soni.
Menurutnya, penutupan jalan lama dilakukan demi keselamatan warga.
“Jalan yang lama ditutup karena khawatir bahaya longsor,” lanjutnya.
Berdasarkan hasil musyawarah warga, jalan baru dibuka untuk menjadi pengganti jalur lama.
“Jalan ini menjadi jalur pintas warga Pakuhaji Girang (Makam Simpeureum) menuju Kantor Kelurahan Pagerbatu,” ujarnya.
Soni menambahkan, sebelumnya pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan penyuluh pertanian untuk mengusulkan pembangunan jalan tersebut melalui program Jaringan Usaha Tani (JUT).
“Jalan yang sekarang dibangun swadaya itu pernah kami usulkan melalui program JUT karena di lokasi tersebut ada lahan pertanian warga,” tutupnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











