PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang mencatat setidaknya ada 10 Madrasah Tsanawiyah (MTs) dalam kondisi rawan ambruk.
Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Pandeglang Isa mengatakan, sebanyak 10 MTs di Kabupaten Pandeglang dilaporkan dalam kondisi rawan ambruk. Kemenag telah mengajukan usulan perbaikan ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Banten.
“Kami masih menemukan madrasah yang rusak dan sudah dilaporkan ke Kanwil. Tugas kami memang melaporkan ke Kanwil, lalu mereka yang meneruskan ke pusat untuk diverifikasi,” ungkapnya, Sabtu 1 Februari 2025.
Ia menjelaskan, setiap tahun, pihak madrasah dan Kemenag Kabupaten Pandeglang terus mengajukan usulan agar madrasah yang membutuhkan segera mendapat perhatian.
“Kami sudah mengajukan proposal sejak 2024. MTs Negeri 6 dan MTs Negeri 5 juga termasuk yang kami usulkan. Pokoknya, semua madrasah yang butuh bantuan sudah kami laporkan,” jelasnya.
Dijelaskannya, terdapat 14 MTs Negeri di Kabupaten Pandeglang, sedangkan jumlah MTs swasta hampir mencapai 500 sekolah.
Menurutnya, biaya perbaikan madrasah yang rawan ambruk tidak sedikit. Untuk satu madrasah negeri saja, dibutuhkan anggaran sekitar Rp6 miliar.
“Rata-rata setiap madrasah negeri yang rusak butuh Rp6 miliar kalau mau dibangun kembali. Tapi kalau yang swasta, kami tidak bisa menghitung karena itu milik masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah pusat diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi madrasah di Pandeglang.
“Kami berharap pemerintah pusat bisa menindaklanjuti usulan yang sudah dilaporkan agar ada penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Editor: Mastur Huda











