LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Bulog Subdrive Lebak-Pandeglang memastikan komitmennya untuk menyerap gabah petani lokal dalam mendukung swasembada pangan sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan, yakni Rp 6.500 per kilogram untuk gabah dan Rp 12.000 per kilogram untuk beras.
Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan harga di pasar.
Program swasembada beras merupakan bagian dari upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan impor beras yang dimulai sejak 19 Desember 2024.
Kepala Bulog Subdrive Lebak-Pandeglang, Agung Trisakti, menegaskan bahwa pihaknya secara aktif melakukan penyerapan gabah dengan turun langsung ke sawah-sawah yang sedang panen.
“Kami terus memantau dan membeli gabah langsung dari petani di lapangan setiap hari,” ujar Agung saat berada di gudang Bulog pada Selasa, 4 Februari 2025.
Agung mengungkapkan bahwa stok beras di gudang Bulog dipastikan cukup hingga bulan Ramadhan 2025, dengan sekitar 4 ribu ton beras yang tersedia.
Husen, seorang petani di Rangkasbitung, mengungkapkan, mengenai proses penyerapan yang terkadang sangat bergantung pada kedatangan tim Bulog untuk memeriksa gabah yang siap jual.
“Menunggu tim turun ke sawah tidak praktis, apalagi jika sawah kita jauh dari lokasi gudang,” katanya.
Husen berharap, kebijakan ini tidak hanya berfokus pada stok beras yang cukup, tetapi juga pada pemerataan kesejahteraan yang lebih baik bagi mereka.
“Kesejahteraan petani harus menjadi prioritas, bukan sekadar memastikan cukupnya stok pangan,” tegas Husen.
Bagi banyak petani, harapan besar ada pada kebijakan yang lebih menyeluruh dan penyerapan gabah yang lebih adil dan merata, agar mereka tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah tanpa memperoleh keuntungan yang layak.
Editor: Agus Priwandono











