CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID-Pupuk Indonesia Area Serang menyampaikan akan menindak tegas Kios pupuk subsidi yang menjual pupuk di atas harga eceran tertinggi (HET).
Pupuk Indonesia tidak segan segan untuk memberikan peringatan bahkan penutupan kios dan pencabutan izin jika masih ada kios yang nakal.
Proses jual beli pupuk sekarang tercatat dan terdata secara real time, dan berada di bawah pantauan langsung dari Pupuk Indonesia.
Ikhwal itu disampaikan oleh Account Executive (Ae) Pupuk Indonesia Wilayah Serang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon, Faishal saat diwawancara oleh Radar Banten pada Selasa (11/2) di Kota Cilegon.
“Yah kami menjamin harga jual di Kios itu sesuai dengan HET, jika tidak sesuai itu bisa langsung diketahui oleh sistem dan kami bisa langsung tindak, ” tambahnya.
Faisal menambahkan bahwa semua nya sudah bisa dipantau secara langsung, Faishal menambahkan jika masih ada Kios yang menjual di atas HET terlepas dari margin yang kecil, Pupuk Indonesia akan memberikan sanksi tegas.
“Yah jika ada segera laporkan, sertakan eviden yang kuat, bukti nota jika ada maka kami bisa sanksi tegas, bahkan bisa kami berhentikan, ” ucapnya.
Menurut Faisal untuk Kios sendiri di Kota Cilegon terbilang cukup tertib dan tidak ada kejanggalan, jika ditemukan harga melebihi HET kemungkinan itu eceran.
“Jadi kami memastikan harga yang dijual oleh Kios itu sesuai dengan HET, adapun jika ada kenaikan diluar harga normal bisa jadi itu dia beli di kios, setelah itu dijual kembali ke sesama petani, ” tambahnya.
Kota Cilegon sendiri memiliki 3 kios penjualan pupuk bersubsidi dari Pupuk Indonesia, yang berlokasi di Kecamatan Jombang 2 kios, dan di Kecamatan Ciwandan 1 kios.
Untuk penebusan pupuk sendiri ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh petani dari mulai kartu tani Indonesia, keanggotaan kelompok tani dan menyertakan Kartu Tanda Penduduk saat pengambilan.
Untuk menjadi Kios, Gabung Kelompok Tani (Gapoktan) bisa melakukan pengajuan, dengan syarat kepemilikan NIB atau berbadan hukum.
Faisal menambahkan bahwa Kota Cilegon dengan jatah pupuk subsidi yang cukup sedikit dibandingkan dengan Kota/Kabupalain memiliki tingkat keterserapan yang cukup kecil.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











