SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Lima pasar yang tersebar di enam kecamatan Kota Serang kini terabaikan dan tidak aktif. Pasar-pasar tersebut adalah Pasar Taktakan, Pasar Lebak Wangi, Pasar Jenggot, Pasar Jakung, dan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM), yang kini dalam kondisi mangkrak, bahkan bangunannya dipenuhi rumput liar atau ilalang.
Pasar Taktakan, yang terletak di Kelurahan Cilowong, menjadi contoh nyata kondisi pasar yang tidak terurus. Bangunan pasar yang dulunya berwarna oranye dan hitam kini tampak berantakan dengan atap yang bolong dan rolling door yang rusak. Tak hanya itu, area belakang pasar malah dijadikan tempat parkir angkutan umum (angkot). Meskipun konstruksinya terbuat dari baja yang masih kokoh, pasar ini, yang berkonsep terbuka tanpa pintu, tampaknya membutuhkan perhatian serius.
Untuk menghidupkan kembali pasar-pasar yang mangkrak ini, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai stakeholder. Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang telah berupaya memindahkan pedagang Pasar Karangantu ke Pasar Jenggot Margaluyu, namun karena akses yang sulit dan tidak adanya angkutan umum yang melayani trayek ke pasar tersebut, pedagang kembali ke lokasi semula.
Kondisi serupa terjadi di Pasar Lebak Wangi yang sempat dihuni pedagang, namun kini dibiarkan kosong karena dianggap kurang representatif. Kepala DinkopUKMPerindag Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengungkapkan bahwa untuk memulihkan pasar-pasar tersebut, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak. “Pasar-pasar yang terbengkalai di Serang merupakan aset warisan yang harus dikaji ulang,” katanya, Rabu, 26 Februari 2025.
Wahyu juga menekankan pentingnya diskusi terbuka dengan masyarakat untuk menggali kebutuhan mereka sebelum mengambil keputusan. “Pemerintah harus mengadakan forum diskusi dengan masyarakat untuk mengetahui kebutuhan mereka,” ujarnya.
Editor : Merwanda











