SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Proyek ambisius pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa yang akan membentang dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur, kini menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan ini, yang juga melibatkan Menteri Koordinasi Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), direncanakan akan mencakup jarak sepanjang 700 kilometer di pesisir pantai Pulau Jawa.
Tanggul ini dibuat untuk melindungi kawasan pertanian, terutama sawah-sawah yang terletak di dekat pantai dan rentan terhadap dampak abrasi. Meskipun rencana ini sudah dibicarakan sejak era Orde Baru pada 1994, baru kini mendapatkan perhatian besar. Pemerintah saat itu sudah menyadari potensi ancaman kenaikan permukaan laut terhadap wilayah permukiman dan pertanian.
Presiden Prabowo menegaskan kepada AHY untuk segera memulai pembangunan tanpa ragu, dengan anggaran yang sudah dipersiapkan. Ia menyebutkan bahwa proyek ini adalah bagian dari upaya besar untuk melindungi pantai utara Jawa dari kerusakan lebih lanjut. “Giant sea wall harus dibangun dari Banten sampai Gresik, sekian ratus kilometer, untuk menyelamatkan pantai utara Jawa,” ujarnya, seperti dikutip dari Disway.id pada Sabtu 1 Maret 2025.
Sambutan positif datang dari Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mahdani yang menyatakan bahwa beberapa wilayah pesisir di Banten sudah terdampak abrasi dan sangat membutuhkan tanggul laut tersebut. “Kami awalnya hanya mendengar bahwa tanggul akan dibangun dari batas DKI Jakarta, namun sekarang saya melihat Presiden memerintahkan pembangunan dimulai dari Banten,” katanya saat ditemui di Kantor Gubernur Banten, Kota Serang.
Editor : Merwanda











