PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani dan Iing Andri Supriadi akan melaksanakan sholat Idul Fitri 2025 di Masjid Agung Ar-Rahman Pandeglang.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah telah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Keputusan ini berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama RI di Auditorium KH. M. Rasjidi, Jakarta Pusat, Sabtu (29/3).
Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi mengajak masyarakat untuk melaksanakan salat Idul Fitri berjemaah di Masjid Agung Ar-Rahman Pandeglang.
“Ya, untuk salat Idul Fitri, kami, Dewi-Iing, akan salat bersama di Masjid Agung Ar-Rahman Pandeglang,” kata Iing saat ditemui di Vila Iing, Minggu 30 Maret 2025.
Iing menegaskan, salat Idul Fitri bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pandeglang tidak diwajibkan. Namun, dia berharap masyarakat dan ASN yang berada di sekitar Masjid Agung Ar-Rahman dapat ikut beribadah bersama.
“Kalau diwajibkan tidak, tapi kami berharap masyarakat, termasuk ASN di lingkungan Kabupaten Pandeglang, bisa bersama-sama melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Agung Ar-Rahman,” ujarnya.
Iing Andri Supriadi mengungkapkan setelah melaksanakan salat Idul Fitri, Pemkab Pandeglang akan menggelar open house di Pendopo Bupati.
“Selanjutnya kita akan melaksanakan ramah tamah atau open house di Pendopo Pandeglang. Acara ini digelar untuk internal pemerintahan, termasuk masyarakat Pandeglang yang ingin bersilaturahmi dengan Dewi-Iing,” kata Iing.
Selain itu, Iing juga mengingatkan para pemudik, khususnya warga Pandeglang, untuk tetap berhati-hati selama perjalanan.
“Keselamatan menjadi poin penting bagi kita semua. Di rumah ada keluarga yang menunggu untuk berkumpul di momen Lebaran ini,” ujarnya.
Iing berharap momentum libur Lebaran Idul Fitri 2025 bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pandeglang. “Mudah-mudahan wisatawan banyak yang datang ke Pandeglang. Kita sebagai tuan rumah harus welcome kepada mereka,” katanya.
Menurutnya, warga Pandeglang harus memberikan pelayanan terbaik kepada para wisatawan. “Artinya kita harus jadi pelayan yang baik, karena bagaimanapun tamu adalah raja. Itu yang harus kita utamakan,” tutupnya.
Editor: Abdul Rozak











