SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Lomba Takbiran dan Hiasan Lawang Seketeng yang diselenggarakan di Provinsi Banten pada tahun 2025 menjadi salah satu acara tradisional yang semakin populer.
Ketua Dewan Pembina Nasional Bintang Sembilan Wali (Biwali) KH Matin Syarkowi menekankan pentingnya mempertahankan tradisi ini, yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Banten selama hampir 10 tahun.
“Acara ini tidak hanya untuk memeriahkan malam kemenangan Idul Fitri, tetapi juga sebagai upaya untuk memakmurkan masjid serta menjaga keamanan di jalan raya,” katanya semalam.
KH Matin Syarkowi menuturkan bahwa lomba ini bertujuan untuk menjaga agar masjid tetap ramai di malam takbiran.
Ia mengingatkan bahwa pawai takbiran keliling yang seringkali terjadi, meskipun sempat meriah, membawa dampak buruk.
“Beberapa waktu lalu, ada insiden di mana anak-anak yang mengikuti pawai takbiran keliling mengalami kecelakaan. Hal ini, seharusnya menjadi perhatian bagi semua pihak untuk menjaga keselamatan dan memperkuat kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
KH Matin Syarkowi juga berharap agar generasi muda mengikuti jejak para tokoh terdahulu yang telah berjuang untuk mempertahankan tradisi ini.
Dia menekankan bahwa takbiran di masjid adalah cara yang lebih aman dan lebih bermanfaat daripada pawai keliling.
“Kegiatan ini adalah jihad yang membawa kebaikan, bukan hanya untuk kita tetapi juga untuk generasi yang akan datang,” ujarnya.
Selain itu, KH Matin juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menjaga tradisi ini di Provinsi Banten.
Dalam kesempatan ini, di mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan lomba takbiran dan hiasan lawang seketeng, yang merupakan salah satu cara untuk memperkuat tali persaudaraan antar warga.
“Ayo bangun negeri, Perkokoh NKRI, jaga tradisi lama yang baik dan pertahankan budaya Banten yang lebih baik,” tuturnya.
Reporter : Fahmi Sa’i
Editor: Agung S Pambudi











