KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wisatawan Pantai Sambolo 1 di Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, mengeluhkan harga tiket masuk yang dinilai terlalu tinggi, Kamis, 3 April 2025.
Rombongan yang menggunakan mobil Isuzu Elf dikenakan tiket masuk sebesar Rp 300 ribu. Wisatawan merasa keberatan.
Salah satu wisatawan dari Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Linda, menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Pantai Sambolo 1 bersama keluarganya saat libur Idul Fitri.
Kata Linda, setibanya di gerbang Pantai Sambolo 1, mereka langsung dihentikan oleh sekelompok orang yang menawarkan tiket masuk berwarna merah muda dengan harga yang mengejutkan.
“Saya mengajak keluarga untuk berlibur ke Pantai Sambolo 1 Anyer, tetapi saat tiba di depan gerbang, kami langsung diminta untuk membayar Rp 300 ribu untuk tiket masuk,” ungkap Linda melalui pesan WhatsApp.
Linda merasa bahwa harga tiket tersebut tidak sebanding dengan fasilitas yang disediakan di Pantai Sambolo 1.
“Mahal sekali! Bagaimana mungkin pariwisata Banten bisa berkembang jika masyarakat lokal dipatok harga segitu? Kami ingin mempromosikan tempat ini, tetapi dengan harga seperti ini, sangat sulit,” keluhnya.
Linda juga mengungkapkan bahwa untuk menyewa saung di pantai, mereka harus membayar tambahan Rp 120 ribu.
Ia menyoroti kondisi pantai yang kurang terawat, dengan banyak sampah berserakan dan tidak adanya petugas kebersihan yang terlihat.
“Sewa saung Rp 120 ribu, tetapi suasana pantai sangat semrawut dan banyak sampah,” cetusnya.
Linda berharap, pengelola objek wisata dapat lebih bijak dalam menentukan tarif tiket masuk.
Dia juga meminta Dinas Pariwisata Banten dan aparat penegak hukum untuk lebih aktif mengawasi proses retribusi yang dilakukan oleh pengelola pantai.
“Supaya apa? Ya, supaya tidak merugikan pengunjung dan dapat meningkatkan kualitas pariwisata di daerah tersebut,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik Wisata pada Disporapar Kabupaten Serang, Dito Candra Wirastyo, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring ke beberapa destinasi pantai di wilayah Kecamatan Anyar dan Cinangka.
Katanya, dia tidak mendapatkan keluhan dari wisatawan yang mengeluhkan praktik getok harga.
“Kita tidak menemukan hal-hal yang mengkhawatirkan, para pedagang juga menjual makanan masih di angka normal dan wajar, ada kenaikan harga cuman masih di angka normal,” ujarnya, Kamis, 3 April 2025.
Editor: Agus Priwandono











