Pasar cryptocurrency dalam beberapa minggu lalu memang bergerak fluktuatif. Beberapa aset crypto seperti Bitcoin dan Ethereum pun sedang dalam tahap pemulihan setelah mengalami tekanan karena kebijakan tarif Trump yang membuat gaduh ekonomi global.
Namun kini, pergerakan harga Bitcoin / btc to idr memperlihatkan tren positif, sehingga banyak investor dan trader mulai melakukan kegiatan. Bahkan beberapa analis memprediksi Bitcoin akan naik hingga US$91.000.
Begitu juga dengan perdagangan Ethereum, dari grafik pasar terlihat eth to idr hari ini memperlihatkan kondisi pemulihan. Meski bergerak naik sedikit tetapi hal tersebut tentunya membawa harapan baru bagi para investor dan trader crypto.
Harga Ethereum (ETH) saat ini kembali berada dalam fase konsolidasi yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Saat ini, ETH berada pada titik tengah zona tersebut, dan sayangnya, belum terlihat adanya indikasi pemulihan yang kuat.
Secara teknis, keadaan ini membuka jalan untuk penurunan lebih jauh menuju batas bawah rentang tersebut. Jika ini terjadi, Ethereum mungkin akan kembali menyentuh angka di bawah US$ 1.000, yang belum pernah terlihat sejak tahun 2022.
Setelah sebelumnya naik mendekati batas atas rentang, ETH tidak berhasil melewatinya. Penolakan tersebut justru memicu pola pergerakan harga yang baru, kembali ke dalam rentang, melakukan pengujian ulang yang gagal, kemudian turun ke tengah lagi.
Meskipun titik tengah ini memberikan sedikit dukungan, kondisi umum, terutama jika dianalisis dari grafik mingguan, tetap terlihat lemah. Jika Ethereum tidak segera menunjukkan kekuatan atau volume beli yang substansial, ada kemungkinan besar harga akan bergerak lebih rendah menuju batas bawah rentang.
Menariknya, area ini pernah menjadi titik awal untuk kenaikan signifikan sebelumnya. Namun, jika kali ini tidak mampu bertahan, ETH dapat jatuh di bawah US$ 1.000, yang merupakan level penting secara psikologis dan teknikal.
Sejak pertengahan tahun 2022, Ethereum telah bergerak konsisten dalam rentang yang sama. Baru-baru ini, ETH sekali lagi masuk ke dalam rentang tersebut dan langsung ditolak ketika mencoba menembus batas atas.
Penurunan selanjutnya membawa harga kembali ke titik tengah, di mana ETH saat ini berusaha untuk bertahan. Sayangnya, belum ada sinyal kuat dari pembeli yang dapat menunjukkan adanya potensi pembalikan arah.
Secara teknis, penurunan menuju batas bawah rentang merupakan suatu hal yang wajar. Ini bisa menjadi ‘pengaturan ulang’ yang diperlukan pasar sebelum adanya potensi peningkatan selanjutnya. Namun, jika area tersebut dilanggar, dampak yang ditimbulkan bisa besar dan memperburuk sentimen pasar.
Pergerakan Harga ETH
Dilansir dari Pintu Market, harga ETH hari ini adalah Rp Rp 26.594.787, dengan volume transaksi mencapai US$12.271.979.078 dalam waktu 24 jam terakhir, menunjukkan peningkatan sebesar 3,30% dibandingkan satu hari sebelumnya.
Sedangkan, Ethereum (ETH) mencatatkan harga tertinggi sepanjang masa sebesar US$4.878,26 dan harga terendah sepanjang masa sebesar US$0,433. Saat ini, koin ini diperdagangkan 67,57% di bawah harga puncaknya dan 365.277,59% di atas harga terendahnya.
Bitcoin Mengalami Kenaikan Positif Dalam Minggu Terakhir
Setelah alami penurunan tajam yang membawa harganya di bawah $75,000, Bitcoin kini menunjukkan tren positif dalam beberapa hari terakhir. Saat ini, harga BTC telah berhasil pulih dan melewati kembali batas $80,000 bahkan sempat bertahan di sekitar $85,000.
Sentimen Pasar Terpisah Antara Positif dan Negatif
Belakangan ini sikap terhadap Bitcoin terlihat terpecah. Di satu sisi, perhatian terus tertuju pada regulator di Amerika Serikat yang belum memberikan kejelasan mengenai mekanisme ETF spot untuk Bitcoin dan Ethereum, sedangkan di sisi lain, peningkatan adopsi institusi terhadap aset digital ini terus berlanjut.
Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) kembali menunda keputusan mengenai mekanisme in-kind pada ETF spot dari WisdomTree Funds dan VanEck hingga 3 Juni 2025. Mekanisme ini memungkinkan ETF untuk diciptakan dan ditebus dalam bentuk aset crypto secara langsung, tanpa perlu mengkonversi ke mata uang fiat.
Model ini dianggap dapat meningkatkan likuiditas dan menjaga stabilitas harga, meskipun keuntungan utamanya lebih dirasakan oleh penerbit ETF dan pihak-pihak resmi dibandingkan investor retail. Penundaan ini menunjukkan SEC masih menjunjung sikap hati-hati.
Menurut laporan dari Bitwise, total kepemilikan BTC oleh perusahaan publik naik sebesar 16% selama kuartal pertama 2025, mencapai sekitar 688,000 BTC dengan nilai sekitar $57 miliar.
Sebanyak 12 perusahaan tercatat telah membeli Bitcoin untuk pertama kalinya dalam periode tersebut. Diantara mereka adalah perusahaan konstruksi dari Hong Kong, Ming Shing, melalui anak perusahaannya Lead Benefit yang secara bertahap membeli 833 BTC di kuartal pertama.
Selain itu, perusahaan Jepang Metaplanet kembali menambah investasi mereka dengan membeli 319 BTC senilai sekitar $26,3 juta. Hal ini meningkatkan total cadangan BTC Metaplanet menjadi 4,525 BTC, menjadikannya salah satu dari sepuluh perusahaan publik terbesar yang menyimpan Bitcoin.
Pergerakan Harga BTC
Dilansir dari Pintu Market, harga BTC hari ini adalah Rp 1.421.646.260, dengan volume transaksi Bitcoin (BTC) dalam 24 jam terakhir mencapai US$27.084.975.576, mengalami kenaikan sebesar 3,70% dibandingkan dengan sehari sebelumnya.
Sementara itu, Bitcoin telah mencatat harga tertinggi sepanjang masa di level US$108.786 dan harga terendah di US$67,81. Saat ini, harganya 22,50% lebih rendah dibandingkan dengan puncak tersebut dan 124.228,59% lebih tinggi dari harga terendahnya.
Untuk kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini adalah US$1.672.931.989.083. Penghitungan kap pasar dilakukan dengan cara mengalikan harga token dengan jumlah pasokan token BTC yang beredar, yakni sebanyak 20 juta token yang tersedia di pasar saat ini.
Analisis Harga Bitcoin Saat Ini
Setelah mengalami penurunan pada awal April karena kebijakan tarif baru dari Amerika Serikat dan tekanan geopolitik, BTC berhasil pulih dan kini berkisar di atas 85.000 dollar.
Titan of Crypto dalam laporannya yang dibagikan oleh BlockBeats menyebutkan bahwa BTC berpotensi mencapai harga 137.000 dolar pertengahan tahun 2025, jika pola grafik saat ini tetap berlanjut. Analisis tersebut berfokus pada pembentukan bullish flag.
Salah satu titik yang kini menjadi perhatian adalah batas bawah harga sekitar 82.220 dolar. Selama harga dapat bertahan di atas nilai tersebut, kemungkinan untuk mendekati area 98.355 dolar tetap terbuka dalam beberapa minggu mendatang.
Di samping itu, dampak pasca-halving masih menjadi perbincangan di kalangan pelaku pasar. Meskipun efek dari kejadian tersebut tidak langsung terasa dalam hitungan hari, secara historis, halving telah menjadi pemicu bagi pergerakan harga BTC yang signifikan beberapa bulan setelahnya.
Kondisi pasar yang stabil dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa investor mulai merasa lebih optimis. Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
Editor : Agung S Pambudi











