LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Pembangunan Pasar Cipanas menelan anggaran hingga puluhan miliar rupiah. Alih-alih menjadi pusat ekonomi baru bagi masyarakat, bangunan pasar yang megah itu justru terbengkalai dan berubah fungsi menjadi tempat permainan burung merpati oleh warga sekitar.
Dari pantauan Radarbanten.co.id, kondisi pasar Cipanas Baru kondisinya terbengkalai dengan kondisi kios yang kosong. Diketahui pembangunan pasar Cipanas Baru dimulai tahun 2016 dengan anggaran Rp 16 miliar dari APBN. Pembangunan kembali dilanjutkan pada tahun 2021 dengan anggaran Rp 8,6 miliar dari APBD. Jika di totalkan pembangunan Pasar Cipanas mencapai 24,6 miliar.
Jayadi, seorang pedagang mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, proyek besar seperti Pasar Cipanas seharusnya bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan perekonomian rakyat, bukan malah menjadi tempat bermain.
“Pasar Cipanas ini kondisinya belum ada perubahan, dari awal pembangunan tahun 2015 kemarin dilanjutin 2021 sampai sekarang begini-begini aja,” kata Jayadi kepada Radarbanten.co.id saat berada di lapaknya, Selasa 22 April 2025.
Kondisi bangunan pasar yang mangkrak, menurut pantauan di lapangan, sudah mulai terlihat rusak di beberapa bagian. Tidak ada aktivitas jual beli, hanya sejumlah remaja yang terlihat sedang bermain burung merpati di area pelataran pasar.
Menurut Jayadi, kondisi pasar memang pernah pada tahun 2023 pernah ada pedagang dipindahkan dari pasar Gajrug ke Pasar Cipanas Baru namu para pedagang kembali ke tempat yang lama. “Jadi sampai sekarang pasar begini-begini aja, gak ada perubahan sama sekali,” ujarnya.
“Jadi itu yang dipindahkan yang jualan di bahu jalan, yang jelas pasar di bawah (Pasar Gajrug) banyak yang pegang ya,” sambungnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Orok Sukmana, mengaku pihaknya sedang melakukan evaluasi dan berupaya mencari solusi agar pasar tersebut bisa kembali difungsikan sesuai peruntukannya.
“Kita selaku pemerintah daerah, Disperindag sangat berharap pasar itu normal hidup seperti pasar yang lain. Kami juga tidak tinggal diam Kami juga berkomunikasi dengan beberapa pihak, dengan pengusaha-pengusaha agar mereka mau mengisi kios,” terangnya.
Ia menambahkan, bahwa Disperindag selalu berusaha untuk mengembalikan fungsi Pasar Cipanas Baru sebagaimana fungsinya.
“Upayanya kami untuk mendapatkan atau untuk mendatangkan para penduduk disitu Kami sudah berupaya bahwa kios tersebut bisa diisilah Siapapun yang mau tinggal pilih,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











