CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID–Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan bahwa premanisme merupakan salah satu hambatan utama dalam kemajuan ekonomi dan investasi di Kota Cilegon.
Pernyataan ini disampaikan usai kegiatan Rapat Paripurna Istimewa yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Cilegon ke-26 di ruang rapat DPRD Cilegon, Minggu (27/4).
Dimyati menyoroti isu premanisme yang sering mengganggu kelancaran investasi. Ia mengatakan bahwa para preman yang mengancam para investor dan pengusaha dapat merusak citra Cilegon sebagai daerah yang aman dan kondusif untuk berinvestasi.
“Saya sangat sedih kalau ada orang Cilegon yang menganggur. Kita harus memastikan bahwa Cilegon bisa menawarkan peluang kerja bagi masyarakat, tanpa adanya gangguan dari pihak-pihak yang merugikan,” ujar Dimyati.
Wakil Gubernur ini juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendampingi investor, menjamin lingkungan investasi yang aman, dan berkomitmen untuk memberantas premanisme.
“Para pengusaha dan investor yang ingin mengembangkan usahanya di Cilegon harus merasa aman dan nyaman. Premanisme harus diberantas untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi,” kata Dimyati.
Dimyati juga menekankan pentingnya memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat Cilegon agar mereka bisa bekerja di industri yang berkembang di daerah ini.
“Jika warga lokal tidak mampu bekerja di industri, mereka akan dilatih. Kami memiliki fasilitas pelatihan, seperti BLK, untuk meningkatkan keterampilan mereka,” imbuhnya.
Selain itu, Dimyati mengingatkan bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta adalah kunci untuk mencapai kemajuan.
“Kunci suksesnya adalah sinergi, harus ada kolaborasi yang harmonis antara semua pihak. Jangan sampai ada gesekan yang hanya merugikan rakyat,” tandas Dimyati.
Dengan semangat sinergi dan komitmen terhadap keamanan serta pemberantasan premanisme, Dimyati berharap Cilegon dapat menjadi kota yang berkembang dan mampu menyediakan lapangan pekerjaan yang layak bagi masyarakatnya.
Reporter: Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











