SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pesisir pantai utara Kabupaten Serang yang membentang dari kecamatan Tanara hingga Pontang terkikis oleh Abrasi. Kondisi tersebut telah terjadi selama beberapa tahun kebelakang bahkan mengakibatkan ratusan hektare lahan terkikis.
Koordinator Kaukus Lingkungan Hidup Serang Raya (KLHS) Anton Susilo mengatakan, abrasi menjadi permasalahan yang serius terutama di pesisir pantai utara Kabupaten Serang. Pasalnya, hal tersebut banyak mengakibatkan tambak dan lahan warga hilang akibat terkikis oleh air laut.
“Tadinya ada Pulau Tinin, sekarang sudah tidak ada. Iya kan, karena dampak tersebut. Lalu banyak juga tambak warga yang hilang,” katanya, Rabu 7 Mei 2025.
Ia mengatakan, kurang lebih ada sebanyak 350 hektare lahan di Desa Tengkurak yang hilang akibat abrasi. Itu terhitung sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2024.
“Termasuk Dampaknya sangat luar biasa. Kurang lebih 350 hektar yang kena abrasi. Ya mungkin kena kelalaian dari masyarakat sendiri, tidak ditanami mangrove atau mungkin karena kondisi alam,” ujarnya.
Selain di Desa Tengkurak, lanjut Anton, hampir semua wilayah di Pontang Tirtayasa dan Tanara mengalami abrasi. “Dari mulai Domas, Susukan, Lontar, Sujung, Tengkurak, Tenjoayu, sampai Kedalaman. Artinya hampir semua pesisir pantai utara ya yang terkena abrasi,” ujarnya.
Ia pun berharap kepada pemerintah Kabupaten Serang untuk menyiapkan program penanaman mangrove di wilayah Desa Tengkurak dan di darah pesisir pantai lainnya di Pontirta. Ini penting dilakukan agar nantinya dampak abrasi tidak semakin meluas.
“Kondisi yang terjadi sudah kritis, harus solusinya seperti penanaman mangrove dan setelah penanaman jangan ditinggal harus ada perawatan,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











