SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Persoalan aset Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang yang belum juga tuntas kembali mencuat. Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyatakan akan segera menemui Bupati Serang yang baru, Ratu Rachmatu Zakiyah, guna membahas percepatan penyerahan aset ke Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.
Menurut Budi, penyerahan aset seperti Pendopo Bupati Serang harus segera direalisasikan karena dampaknya sangat besar terhadap tata kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan publik di Kota Serang. “Saya sebagai Wali Kota Serang segera berkoordinasi dengan Gubernur dan Ibu Bupati Zakiyah untuk membahas peralihan aset pendopo agar bisa diserahkan ke Kota Serang. Ini persoalan tahunan yang perlu segera diselesaikan,” ujar Budi, Selasa, 3 Juni 2025.
Ia menegaskan, ketidakjelasan status aset membuat sejumlah dinas di Kota Serang beroperasi dalam kondisi tidak ideal. Bahkan, Pemkot pernah harus angkat kaki dari kantor karena kalah di pengadilan akibat tak memiliki bukti kepemilikan sah. “Seperti Dinas Pendidikan, kita sudah kalah di pengadilan karena tak punya bukti otentik kepemilikan tanah. Akhirnya harus keluar dari lokasi yang sebelumnya ditempati. Ini sangat memprihatinkan,” jelasnya.
Budi juga mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan Kota Serang kini terpaksa mencari lokasi baru untuk laboratorium kesehatan karena aturan pusat mengharuskan laboratorium berada di dekat puskesmas. Tanpa aset yang jelas, pembangunan fasilitas baru akan memakan biaya besar. “Kalau kita harus membangun lagi dari nol, tentu itu memakan biaya besar. Makanya pendopo sangat strategis. Kalau bisa dialihkan, masyarakat Kota Serang pasti akan sangat antusias. Ini penantian puluhan tahun,” katanya.
Isu aset Puspemkab telah menjadi “pekerjaan rumah” antar pemerintah daerah sejak pemekaran Kota Serang pada 2007. Dengan kepemimpinan baru di Kabupaten Serang dan Provinsi Banten, Budi berharap persoalan ini bisa segera diselesaikan.
Editor : Merwanda











