KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel mencatat sebanyak 2.899 warga terdeteksi mengidap Tuberkulosis (TBC) dari total 12.000 orang yang diperiksa hingga Juli 2025.
Dari jumlah tersebut, 187 orang meninggal dunia akibat TBC sepanjang tahun ini.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinkes Kota Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, saat memaparkan progres program RW Bebas TBC, pada Jumat 11 Juli 2025.
Menurutnya, angka tersebut menjadi peringatan serius bahwa TBC masih menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat di wilayahnya.
“Kebayang kan? Hampir 3.000 orang terkonfirmasi TBC dari 12 ribu yang diperiksa. Ini bukan angka kecil. Belum lagi 187 warga meninggal karena TBC tahun ini,” ungkap dr. Allin.
Sebagai langkah konkret, Dinkes Tangsel telah mengimplementasikan penanganan TBC berbasis wilayah dengan membentuk program RW Bebas TBC.
Program ini bukan hanya amanat regulasi nasional, tetapi juga menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Tahun ini, pemerintah menargetkan 10 RW aktif menjalankan program tersebut sebagai percontohan di seluruh wilayah Tangsel.
“Kami menyadari bahwa menciptakan masyarakat yang sehat adalah pilihan yang harus diupayakan bersama. Dan sektor kesehatan tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya.
Untuk memperluas edukasi publik, dr. Allin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan media massa. Ia menyebut Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi kesehatan ke masyarakat secara rutin dan berkelanjutan.
“Kami butuh media seperti PWI untuk bersama-sama melakukan edukasi ke masyarakat. Harapannya ini tidak berhenti di satu kegiatan saja, tapi bisa menjadi agenda rutin, setidaknya setiap semester,” ujarnya.
Kolaborasi antara Dinkes dan media dianggap penting karena upaya pencegahan dan penanganan penyakit seperti TBC memerlukan peningkatan kesadaran masyarakat secara kolektif. Dengan informasi yang tepat dan mudah diakses, masyarakat diharapkan lebih sadar dan aktif menjaga kesehatannya.
Editor: Abdul Rozak











