LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, meresmikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Desa Pasar Keong, Kecamatan Cibadak. Dapur MBG merupakan bagian dari pendukung utama program MBG yang akan digelar perdana secara masal di sekolah-sekolah di seluruh Lebak. Berdasarkan data dapur MBG Lebak, total pada tahap awal MBG di Lebak akan melayani sekitar 3.700 siswa mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga tingkat menengah atas di Kecamatan Cibadak.
Program ini akan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah pusat dan pemkab dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan gizi anak-anak sekolah dasar. Pada tahap awal, MBG disalurkan ke SDN 01 Negeri Pasar Keong, dengan m.enu yang dibagikan berisi nasi, ayam goreng, sayur, susu, dan pisang dengah harga Rp15 ribu.
Kehadiran dapur MBG ini juga merupakan bentuk sinergi lintas sektor, di mana Pemkab dan Pemerintah Pusat melalui Badan Gizi Nasional yang menggandeng tenaga dapur, sekolah, serta pengawas gizi agar makanan yang disalurkan benar-benar sesuai kebutuhan anak.
Kepala Dapur MBG Pasar Keong, Algi, menjelaskan bahwa pada tahap awal, dapur ini menyalurkan sekitar 2.221 porsi makanan setiap hari ke 13 sekolah. Mulai bulan depan, jumlah distribusi akan ditingkatkan menjadi 3.700 porsi dan mencakup tambahan dua sekolah lagi.
“Sebetulnya dapur MBG dari Pasarkeong itu untuk dibulan ini itu ada sekitar 2.221 kurang lebih yang setiap hari didistribusikan ke 13 sekolah yaitu mulai dari kelompok belajar, TK, PAUD, SMP, HINGGA SMA/SMK,” jelasnya kepada RADARBANTEN.CO.ID saat berada di dapur MBG, Jumat 22 Agustus 2025.
“Selanjutnya di bulan depan itu target kita insya Allah itu sekitar 3. 700 porsi di bulan berikutnya dan itu nanti kita juga akan menambah dua sekolah,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, menyampaikan bahwa program MBG merupakan bagian dari komitmen Pemkab untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Ia menegaskan bahwa pemberian makanan bergizi bukan sekadar bantuan, tetapi investasi jangka panjang bagi generasi penerus.
“Ini program sangat mulia dari pemerintah pusat. Tugas kita mengawasi di lapangan. Saya sudah sampaikan kepada siswa, bila ada keluhan setelah makan MBG, segera lapor ke guru agar bisa ditangani pihak kesehatan,” katanya.
Hasby menambahkan, Pemkab Lebak akan terus mengevaluasi jalannya program MBG agar tepat sasaran. Ia menyebut, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan, mulai dari pihak sekolah, orang tua, hingga masyarakat luas. Dirinya berharap kehadiran dapur MBG dapat meningkatkan gizi serta semangat belajar siswa.
“Antusiasme para siswa sangat luar biasa, mereka tampak bahagia. Mari kita kawal bersama agar program ini berjalan lancar dan bermanfaat bagi anak-anak,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











