SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah massa aksi dan pengemudi sepeda motor berhamburan setelah polisi dari Polresta Serang Kota menembakkan gas air mata untuk membubarkan aksi.
Mereka berlarian mencari perlindungan agar terhindar dari pedasnya gas air mata. Bahkan banyak massa aksi dan pengemudi sepeda motor yang memilih menepikan kendaraannya dan masuk ke dalam Indomaret.
Pedasnya gas air mata bahkan terasa samar hingga ke Pasar Rau Kota Serang.
Salah seorang pengemudi sepeda motor yang merupakan warga Terumbu, Kecamatan Kasemen, Afid Fauzy mengatakan, dirinya bersama dengan istri dan anaknya terjebak di kerumunan massa aksi di depan Polresta Serang Kota.
Nahasnya, sampai di lampu merah Dominos Pizza, Kota Serang, ia terjebak kemacetan karena adanya aksi unjuk rasa. Tak lama berselang, gas air mata yang ditembakkan polisi terasa efeknya oleh pengemudi. Mereka yang terjebak kemacetan pun panik karena perihnya gas air mata.
“Posisi lagi bawa motor, karena perih langsung saya tinggal motornya. Karena khawatir sama anak pas kena gas air mata nangis. Ini saya juga terpisah sama istri,” katanya, Sabtu 30 Agustus 2025.
Ia dan anaknya kemudian sempat berlindung di warteg yang ada di dekat lampu merah. Ia sempat diberikan odol oleh warga lainnya untuk meredakan perih. Namun karena ruangan yang kecil dan gas air mata yang terus masuk, ia kemudian lari mencari perlindungan ke tempat yang lebih aman, yakni ke Indomaret Raya Abdul Latif, Sumur Pecung, Kecamatan Serang.
“Kondisi lalu lintas macet parah karena nggak diarahin. Anak juga sempat nangis kencang karena kena gas air mata,” ujarnya.
Selain pengemudi sepeda motor, lanjut Afid, banyak juga penumpang angkutan umum yang lari berhamburan karena terkena efek gas air mata. Selain itu, banyak pula anak-anak kecil yang juga terkena dampak.
Editor: Mastur Huda











